Aksi Ketiga, Warga Ndao Ende Kembali Desak Penjelasan Pemerintah

  • 08 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Puluhan massa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ende, bersama warga Ndao menggelar aksi demonstrasi menolak rencana penertiban lapak dan penggusuran di kawasan sempadan Ndao, Kecamatan Ende Utara, Rabu, 8 April 2026.

Aksi diawali di Kantor DPRD Ende, di mana massa menyampaikan aspirasi kepada pimpinan dan anggota dewan. Selanjutnya, massa bergerak menuju Kantor Bupati Ende untuk melanjutkan aksi penolakan.

Di Kantor Bupati, massa meminta berdialog langsung dengan Bupati Ende. Namun, permintaan tersebut tidak terpenuhi karena kepala daerah tidak berada di tempat.

Kekecewaan massa sempat memicu aksi pembakaran ban di depan kantor bupati, namun situasi berhasil dikendalikan oleh petugas Satpol PP dan aparat kepolisian.

Presidium Germas PMKRI Ende, Longginus Kota Setu, mengatakan aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas persoalan yang dihadapi warga Ndao.

“Kami meminta pemerintah membuka ruang dialog dan menjelaskan langsung kepada masyarakat terkait kebijakan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, penolakan dilakukan karena rencana penggusuran dinilai berdampak pada ruang hidup serta mata pencaharian warga.

Massa juga meminta pemerintah melakukan kajian menyeluruh dari aspek sosial dan ekonomi sebelum mengambil kebijakan penertiban.

Hingga aksi berakhir, situasi terpantau kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....