Prodi Sejarah Uniflor Gelar Kemah Ilmiah dan Lawatan Sejarah di Desa Raja

  • 08 Apr 2026 15:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores Ende melaksanakan kegiatan Kemah Ilmiah dan Lawatan Sejarah di Desa Raja, Kabupaten Nagekeo. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (9/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026).

Mengusung tema “Jejak Sejarah Budaya Lokal Menjadikan Kampus sebagai Wadah Pengembangan Nilai Tradisional untuk Masa Depan”, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal dan etnopedagogi. Rombongan dosen dan mahasiswa diberangkatkan dari Ende menuju Desa Raja pada Kamis pagi, dan setibanya di lokasi disambut masyarakat serta Pemerintah Desa Raja sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Anita, S.Pd.,M.Pd.,kepada RRI Rabu 8 April 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa, khususnya calon guru IPS Sejarah, mampu belajar secara langsung dari kehidupan masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga harus melihat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengamati pola interaksi sosial, nilai gotong royong, serta praktik tradisi lokal yang masih hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan, mahasiswa terlibat aktif dalam observasi partisipatif, wawancara dengan tokoh adat, dokumentasi budaya melalui foto, video, dan rekaman cerita sejarah lokal. Mereka juga melakukan pemetaan kearifan lokal, analisis etnopedagogi, diskusi kelompok, hingga refleksi individu untuk memperdalam pemahaman.

Ketua Pelaksana Kemah Ilmiah, Rosari Karilis Ytu, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma belajar mahasiswa. “Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kuliah lapangan yang mendorong mahasiswa untuk membangun paradigma belajar langsung di tengah lapangan. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah atau bengkel pembelajaran, di mana pengalaman yang diperoleh dapat diaplikasikan kembali di dalam kelas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil kegiatan akan dijadikan bahan ajar dengan pendekatan kontekstual, sehingga mahasiswa mampu mengaitkan teori dengan realitas kehidupan masyarakat. Masyarakat Desa Raja sendiri menyambut positif kegiatan ini dan berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya serta penguatan identitas lokal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana jejak sejarah dan budaya lokal dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pendidikan di kampus untuk masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....