Makna Perumpamaan Perjamuan Besar Bagi Umat Kristiani
- 04 Apr 2026 13:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Perumpamaan dalam Injil Lukas 14:13–24 mengajarkan bahwa undangan keselamatan dari Tuhan tidak boleh ditunda atau diabaikan oleh setiap orang percaya.
Sabtu, 4 April 2026, dalam siaran Mutiara Pagi Kristen, Pendeta Victor Dethan dari GPPS Petra Ende menjelaskan bahwa Allah digambarkan sebagai tuan pesta yang telah menyiapkan perjamuan besar bagi manusia. Perjamuan tersebut melambangkan keselamatan yang telah disediakan sepenuhnya oleh Tuhan.
Ia menegaskan bahwa umat hanya diminta untuk datang dan menerima tanpa syarat. Menurutnya, keselamatan merupakan anugerah, bukan hasil usaha manusia.
Hal ini diperkuat melalui perkataan Yesus dalam Injil Yohanes 19:30, bahwa semuanya telah diselesaikan di kayu salib. “Keselamatan itu sudah siap, manusia hanya perlu datang dan menerimanya,” ungkapnya.
Namun demikian, perumpamaan tersebut juga menunjukkan adanya penolakan dari para undangan awal. Mereka memberikan berbagai alasan yang berkaitan dengan harta, pekerjaan, dan keluarga, yang sebenarnya baik, tetapi dapat menjadi penghalang jika tidak ditempatkan pada prioritas yang benar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penolakan terhadap undangan Tuhan memiliki konsekuensi yang serius. “Tuhan tidak memaksa, tetapi juga tidak menunggu tanpa batas,” katanya, merujuk pada ayat 24 yang menegaskan bahwa para penolak tidak akan menikmati perjamuan tersebut.
Ketika undangan ditolak, tuan pesta justru mengundang orang lain, termasuk mereka yang dianggap tidak layak. Di akhir renungan, umat diajak untuk tidak menunda panggilan Tuhan, karena kesempatan untuk menerima keselamatan dan bertumbuh dalam iman harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....