Uskup Ruteng Apresiasi Antusiasme Umat Ikuti Tablo Jalan Salib di Natas Labar

  • 03 Apr 2026 18:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh umat yang memadati kawasan Natas Labar Motang Rua dalam prosesi Lamentasi dan Tablo Jalan Salib, pada Jumat 3 April 2026. “Luar biasa, umat sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya kepada RRI usai prosesi.

Mgr. Siprianus mengungkapkan, kehadiran umat dalam jumlah besar bukan sekadar partisipasi, melainkan menjadi tanda syukur yang mendalam sekaligus mencerminkan kerinduan untuk rehat sejenak dari kesibukan dan bersama-sama menapaki jalan sengsara Tuhan.

Lebih lanjut, Uskup menyebut bahwa kegiatan Tablo ini bukanlah kali pertama yang dilaksanakan di Natas Labar. Dari tahun ke tahun, kemasan dan persiapan yang dilakukan senantiasa menunjukkan kualitas yang sangat bagus dan luar biasa.

Adapun prosesi Tablo Jalan Salib di Natas Labar tidak dapat dipahami hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai ziarah batin yang mengajak umat masuk dalam permenungan mendalam. “Ini bukan sekadar acara, tetapi ziarah batin. Kita berjalan dalam diam, merenung, dan belajar bahwa mengikuti Kristus menuntut kesetiaan dan pengorbanan,” katanya.

Lebih lanjut, Uskup menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia pelaksana, petugas lamentasi, para pemeran tablo, hingga seluruh umat yang ambil bagian. Ia menegaskan bahwa keterlibatan tersebut merupakan wujud nyata kesaksian iman.

“Terima kasih atas waktu, tenaga, dan hati yang telah diberikan. Kehadiran saudara-saudari sekalian adalah kesaksian iman yang paling nyata,” ungkapnya.

Uskup juga kembali menekankan bahwa makna prosesi ini tidak berhenti pada dimensi seremonial kolosal semata, melainkan harus dihayati sebagai perjalanan spiritual yang mendalam. Umat diajak menghidupi sengsara Kristus dalam keheningan dan kesederhanaan, bukan dalam keramaian. “Bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan hati yang mau berjalan; bukan dari kejauhan, melainkan dari kedekatan,” ujar Uskup.

Menurutnya, ada kekuatan spiritual ketika umat memilih berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, lalu berjalan bersama dalam diam. Langkah-langkah sederhana itu menjadi pengingat bahwa mengikuti Kristus menuntut kesetiaan dan pengorbanan.

Uskup berharap pengalaman iman tersebut tidak berhenti di lokasi prosesi, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika kita kembali ke paroki, stasi, dan keluarga, semoga keheningan hari ini membuat hati kita semakin peka mendengar suara Tuhan,” ucapnya.

Ia menegaskan Jalan Salib Kristus terus hadir dalam realitas hidup umat dalam penderitaan, pergumulan keluarga, serta berbagai tantangan kehidupan. Uskup mengungkapkan ziarah yang sesungguhnya justru dimulai saat umat kembali ke tengah masyarakat.

“Semoga iman kita diteguhkan, kasih dihidupi, dan salib Kristus menjadi terang dalam setiap langkah hidup kita,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....