Polisi Dampingi Panen Jagung Perkuat Ketahanan Pangan Desa
- 01 Apr 2026 13:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa melalui kolaborasi lintas sektor. Jajaran Polres Sikka kembali menunjukkan komitmennya dengan terjun langsung mendampingi masyarakat dalam aktivitas pertanian.
Kegiatan panen jagung hibrida jenis BISI 18 berlangsung pada Selasa pagi di Dusun Waipare B, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Panen ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang dikelola oleh BUMDes Geke Guer Desa Blatatatin.
Panen tersebut dipantau langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Blatatatin, AIPTU Hadi Saputra, bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa. Hadir pula camat, penjabat kepala desa, perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan, serta masyarakat setempat.
Dengan luas lahan sekitar 0,2 hektare, hasil panen jagung tongkol basah diperkirakan mencapai lebih dari 2 ton. Capaian ini dinilai cukup menggembirakan mengingat lahan yang digunakan merupakan lahan sewa milik warga.
Direktur BUMDes Geke Guer, Maria Nona Lensiandi, menyebut keberhasilan panen ini sebagai bukti kuat efektivitas kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, kelompok usaha, dan aparat keamanan mampu mendorong produktivitas pertanian.
Penjabat Kepala Desa Blatatatin juga menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang dinilai baik. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemicu keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayahnya.
Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Serangan hama tikus dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama, terutama dalam proses pengeringan hasil panen.
Di wilayah Kecamatan Alok Timur, jajaran Polsek Alok turut melakukan pemantauan tanaman jagung di beberapa kelompok tani. Kegiatan ini dipimpin oleh Kanit Binmas bersama Bhabinkamtibmas setempat.
Pemantauan dilakukan di lahan Kelompok Tani Sudan Sogor di Desa Gong Bekor dan Kelompok Tani Permanen di Desa Watugong. Kedua kelompok tersebut menanam jagung sejak Januari 2026 sebagai bagian dari program prioritas desa.
Kelompok Tani Sudan Sogor mengelola lahan seluas 1,7 hektare dengan delapan anggota, sementara Kelompok Tani Permanen menggarap sekitar 1,5 hektare dengan enam anggota. Keduanya menggunakan varietas jagung hibrida Sumo Sakti yang dikenal berproduktivitas tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung kondisi tanaman dan memastikan program berjalan sesuai rencana. Kehadiran aparat kepolisian juga memberikan rasa aman dan motivasi bagi petani dalam mengelola lahan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan semua pihak. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga guna memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....