Erupsi Ile Lewotolok, Abu Capai 500 Meter

  • 30 Mar 2026 07:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Gunung Api Ile Lewotolok kembali mengalami erupsi pada penghujung Maret 2026. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026) pukul 22.10 WITA, sebagaimana dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak, atau kurang lebih 1.923 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat.

Petugas Pos Pengamatan Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menjelaskan erupsi tersebut disertai bunyi gemuruh lemah. Aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21,8 mm dan durasi sekitar 43 detik.

“Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada pukul 22.10 WITA dengan tinggi kolom abu ±500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan condong ke arah barat,” ujar Yeremias dalam laporan resminya.

Saat ini, status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker serta pelindung mata dan kulit guna mencegah gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga juga diminta menutup sumber air bersih agar tidak terkontaminasi abu.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Ile Lewotolok di Desa Laranwutun maupun PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru terkait aktivitas gunung api tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....