Biaya Tinggi dan Antrean Penyeberangan di Kabupaten Lembata Jadi Sorotan

  • 30 Mar 2026 00:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Tingginya biaya tambahan dan antrean panjang kendaraan menjadi sorotan utama dalam layanan penyeberangan di Kabupaten Lembata. Keluhan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara pemerintah daerah, ASDP, dan pengguna jasa di Lewoleba.

Pelaku ekspedisi mengungkapkan biaya buruh yang harus ditanggung mencapai sekitar Rp2 juta per unit kendaraan. Biaya ini muncul akibat kapal bersandar di pelabuhan umum dan dinilai memberatkan.

Selain itu, antrean kendaraan juga kerap terjadi akibat keterbatasan kapasitas kapal. Kondisi ini diperparah oleh gangguan teknis yang sesekali dialami armada penyeberangan.

Penempatan kendaraan di dalam kapal juga menjadi persoalan tersendiri. Kendaraan tujuan Lewoleba sering berada di posisi tengah sehingga memperlambat proses bongkar muat.

Manager Department Head Operasional Teknis ASDP La Ode Fuat Harman mengakui adanya sejumlah kendala dalam pelayanan. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan langkah perbaikan untuk menjawab keluhan tersebut.

“Kami akan terus melakukan pembenahan agar pelayanan kepada pengguna jasa dapat lebih optimal,” ujar Harman.

Pengguna jasa berharap solusi yang disiapkan dapat segera direalisasikan, bukan hanya sebatas rencana. Perbaikan layanan dinilai mendesak untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....