Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Perkuat Identitas Keindonesiaan

  • 26 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende - Ekonomi berbasis kearifan lokal dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas keindonesiaan sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi Pembangunan, Yuliana Sedho, SE., MSc, dalam wawancara bersama RRI,Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut Yuliana, kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga mengandung nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan produktif masyarakat. “Kearifan lokal mencerminkan karakter, nilai, dan cara hidup masyarakat Indonesia. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi fondasi ekonomi yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ekonomi berbasis kearifan lokal mencakup berbagai sektor, seperti pertanian tradisional, kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga sistem gotong royong dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Semua ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di tengah arus globalisasi yang cenderung menyeragamkan budaya.

Lebih lanjut, Yuliana menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan potensi lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Produk lokal harus dikemas secara modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Di sinilah peran generasi muda sangat dibutuhkan, terutama dalam hal kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa ekonomi berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketimpangan ekonomi antar daerah. Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah, masyarakat dapat lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada produk luar.

Namun demikian, Yuliana mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya dukungan teknologi, serta kurangnya pendampingan bagi pelaku usaha lokal. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal.

“Dukungan kebijakan yang berpihak, pelatihan berkelanjutan, serta akses permodalan sangat diperlukan agar potensi lokal benar-benar bisa berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dengan potensi yang besar dan dukungan yang tepat, ekonomi berbasis kearifan lokal diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....