Aktivitas Lewotobi Laki-laki Stabil, Tremor Masih Dominan hingga Maret
- 26 Mar 2026 10:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flotim - Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga 15 Maret 2026 masih berada pada Level II (Waspada). Meski aktivitas kegempaan cukup tinggi, belum ada indikasi peningkatan menuju erupsi besar.
Berdasarkan hasil pemantauan periode 1–15 Maret 2026, aktivitas didominasi 205 gempa tremor non-harmonik dan 75 gempa low frequency (LF). Selain itu, tercatat 12 gempa letusan, 36 gempa hembusan, serta puluhan gempa lainnya dengan intensitas lebih rendah.
Secara visual, gunung api ini masih berada dalam fase erupsi episodik dengan sistem konduit terbuka. Erupsi yang terjadi pada 3 hingga 15 Maret lebih mencerminkan pelepasan tekanan gas dangkal secara berulang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan di dalam gunung tidak terakumulasi secara signifikan. Sistem terbuka memungkinkan gas keluar secara bertahap sehingga menekan potensi terjadinya letusan besar secara tiba-tiba.
Sementara itu, jumlah gempa vulkanik dalam yang hanya 19 kejadian mengindikasikan tidak adanya suplai magma baru dari kedalaman. Aktivitas yang terjadi lebih didominasi dinamika fluida di bagian dangkal.
Dari sisi deformasi, pemantauan sejak Desember 2025 hingga pertengahan Maret 2026 juga tidak menunjukkan adanya inflasi magmatik yang signifikan. Hal ini memperkuat bahwa belum terjadi penambahan tekanan besar di tubuh gunung.
Meski demikian, potensi bahaya tetap perlu diwaspadai, terutama hujan abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan. Sebaran abu berpotensi mengganggu jalur udara jika mengarah ke area bandara.
Selain itu, ancaman banjir lahar hujan juga meningkat saat curah hujan tinggi. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, Nawakote, dan Nurabelen.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tetap tenang serta mengikuti arahan pemerintah daerah.
Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....