Cuaca Ekstrem Ancam Ketersediaan Pangan Lokal

  • 25 Mar 2026 23:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Cuaca ekstrem dinilai mengancam ketersediaan pangan lokal di wilayah Flores akibat perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh Shindy Soge founder wetan helero saat menjadi narasumber dalam program acara spada di pro 2 RRI Ende, rabu 25 maret 2026.

Shindy menjelaskan bahwa perubahan cuaca berdampak langsung pada seluruh rantai pasokan pangan. Mulai dari proses budidaya hingga distribusi mengalami gangguan.

Ia menyebutkan, hujan lebat, banjir, hingga kekeringan dapat merusak hasil panen dan menurunkan produktivitas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kelangkaan pangan di tingkat lokal.

“Cuaca ekstrem dapat mengganggu seluruh tahapan produksi pangan, dari budidaya hingga distribusi, sehingga berisiko menurunkan ketersediaan pangan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan benih dari luar daerah yang tidak sesuai dengan kondisi iklim lokal turut memperparah situasi. Hal ini berpotensi menyebabkan gagal tanam maupun gagal panen.

Keterlambatan distribusi bantuan benih juga menjadi faktor yang memengaruhi hasil pertanian. Jika benih datang setelah musim tanam, maka peluang keberhasilan panen semakin kecil.

Karena itu, penguatan pangan lokal yang adaptif terhadap iklim dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan. Masyarakat didorong kembali memanfaatkan benih lokal yang telah terbukti tahan terhadap kondisi alam setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....