Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu 600 Meter

  • 19 Mar 2026 06:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flotim - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, 19 Maret 2026, pukul 06.08 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta barat laut. Secara visual, semburan abu tampak cukup jelas dari pos pemantauan di sekitar wilayah gunung.

Berdasarkan data seismogram, erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 2,9 mm. Durasi letusan berlangsung sekitar 3 menit 6 detik, menandakan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.

Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas, namun belum pada tahap yang membahayakan secara luas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Area tersebut dinilai berpotensi terdampak langsung material vulkanik.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat. Selain itu, warga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Warga di sekitar lereng gunung diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Risiko ini terutama mengancam wilayah yang dilalui aliran sungai berhulu di puncak, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, hingga Hokeng Jaya.

Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk menghindari gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Koordinasi juga dilakukan bersama PVMBG Badan Geologi di Bandung untuk memastikan pemantauan berjalan optimal.

PVMBG bersama BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan satuan penanggulangan bencana setempat akan terus memperbarui informasi aktivitas gunung. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui pos pengamatan atau menghubungi PVMBG guna memperoleh perkembangan terkini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....