Konsolidasi AMPI Sikka Tuntaskan Struktur Tingkat Kecamatan

  • 18 Mar 2026 07:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Konsolidasi organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka periode 2026–2031 memasuki fase krusial. Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPI di seluruh kecamatan dinyatakan rampung dalam forum di Inpekma Maumere, Minggu 15 Maret 2026.

Forum tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, bersama sejumlah pemuda. Mereka terlibat aktif dalam proses pembentukan struktur organisasi di tingkat kabupaten hingga kecamatan.

Dalam pertemuan itu, peserta merumuskan kerangka bidang organisasi sebagai dasar kerja kepengurusan. Kerangka ini disiapkan untuk memperkuat tata kelola sekaligus memperluas konsolidasi jaringan kepemudaan.

Seluruh Plt Ketua AMPI di kecamatan disebut telah menyelesaikan proses penunjukan. Mereka selanjutnya akan menerima Surat Keputusan resmi sebagai landasan menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Selain memantapkan struktur, forum juga membahas agenda Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Sikka. Musda tersebut akan menentukan kepengurusan definitif untuk periode lima tahun ke depan.

Jadwal pelaksanaan Musda masih menunggu penyesuaian dengan agenda internal organisasi. Namun, persiapan awal telah mulai dimatangkan melalui forum konsolidasi tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Musda, AMPI Sikka merancang sejumlah kegiatan sosial. Salah satu program yang disiapkan adalah pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Program tersebut menyasar wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk nyata kehadiran organisasi di tengah masyarakat.

Pelaksana Tugas Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi. Ia menyebut langkah ini strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

“AMPI harus menjadi ruang yang terbuka bagi anak muda untuk terlibat berorganisasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Yance. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong partisipasi pemuda.

Penguatan struktur organisasi di tingkat lokal dinilai menjadi kunci memperluas partisipasi generasi muda. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kepemudaan nasional yang menempatkan pemuda sebagai motor transformasi sosial dan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....