Bapperida Manggarai Beri Penghargaan Inovasi kepada 24 Perangkat Daerah
- 17 Mar 2026 21:24 WIB
- Ende
RRI.CO. ID, Manggarai - Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Penguatan Fungsi Riset dan Inovasi Daerah oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) memberikan penghargaan kepada 24 perangkat daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027, di gedung MCC Ruteng, Senin 16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan di lingkungan birokrasi.
Kepala Bapperida Kabupaten Manggarai, Livinus Vitalis Livens Turuk, menyampaikan penghargaan ini menegaskan peran strategis Bapperida dalam mendorong lahirnya berbagai terobosan yang adaptif, solutif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. "Inovasi yang dikembangkan perangkat daerah mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan lintas sektor," kata Livens.
Sebanyak 24 perangkat daerah menerima penghargaan dengan beragam inovasi. Di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja melalui inovasi SIPERDA dengan skor 94, Dinas Sosial dengan CAMPE (93), serta Dinas Penanaman Modal dan PTSP melalui PAPANG AMANG dan PUSPITA dengan skor masing-masing 90 dan 91.
Badan Pendapatan Daerah menghadirkan inovasi PARA MBARU dan ASAP dengan skor 91 dan 88. Sementara itu, UPTD Puskesmas Lao mengembangkan SEHAT DINI dan GPS-PTM dengan skor 90 dan 66. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan turut berkontribusi melalui SIPAMANTRI dengan skor 90.
Selanjutnya, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menghadirkan inovasi YADISIP, Jumat Literasi, dan Perpus-Rahfabel dengan skor 89, 77, dan 69. UPTD Puskesmas Todo melalui Safari Sehat Jiwa meraih skor 89, disusul UPTD Puskesmas Timung dengan DOGIMED (89) dan SMPN 1 Wae Rii melalui LODOK LINGKO dengan skor 88.
Dinas Peternakan mencatat inovasi WINTUK (85), sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui METARUANG dan LARISA masing-masing memperoleh skor 85 dan 79. Dinas Perikanan melalui NGOMBO IKANG meraih skor 84, diikuti UPTD Puskesmas Ponggeok dengan PESTA CATIN (84).
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menghadirkan GASING (84), Dinas Kesehatan dengan MARAK SAJIKU (84), serta Dinas Perhubungan melalui Z-LAKO (83). UPTD Puskesmas Kota melalui KIS juga memperoleh skor 83, sementara BPBD dengan inovasi TIBA DI’A meraih skor 80.
UPTD Puskesmas Pagal menghadirkan PERMATA BELO dan SIPANDU dengan skor 77 dan 79, disusul UPTD Puskesmas Reo melalui RINDU KIA (79). Bapperida sendiri mengembangkan inovasi GELARANG dengan skor 79.
Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui LEJONG BEO meraih skor 78, Dinas Pertanian dengan KAMI BUTANI (71), serta Bagian Organisasi Setda melalui CERDAS dengan skor 69.
Penghargaan diberikan secara bertahap berdasarkan peringkat Indeks Inovasi Daerah, sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong kompetisi sehat di lingkungan perangkat daerah.
Livens juga berharap momentum ini tidak berhenti sebagai seremoni semata. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia berharap agar seluruh perangkat daerah tetap menjaga semangat inovasi, menghadirkan solusi konkret dalam setiap urusan pemerintahan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dirinya menegaskan inovasi tidak lagi dipandang sebagai program tambahan, melainkan menjadi bagian dari budaya kerja. Upaya ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, sekaligus mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....