Bupati Mabar Paparkan Kolaborasi Pemerintah dan Gereja untuk Pembangunan

  • 12 Mar 2026 15:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memaparkan strategi kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan strategis bersama para uskup se-wilayah Provinsi Gerejawi Ende dan para kepala daerah dari daratan Flores dan Lembata di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret–Nita, Maumere, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Endi mempresentasikan kondisi sejumlah sektor strategis di Kabupaten Manggarai Barat yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi umat, persoalan migrasi dan perantauan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat pada tahun 2025 mencapai 6,11 persen, yang menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di NTT. Namun demikian, pertumbuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Sebagian besar masyarakat Manggarai Barat masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kontribusi sektor industri pengolahan baru mencapai 0,54 persen sehingga banyak produk lokal yang masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah,” ujar Endi, dalam keterangannya.

Menurutnya, terdapat dua sektor yang memiliki peluang besar untuk mendorong ekonomi daerah, yakni pariwisata dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sektor pariwisata dinilai terus berkembang sejak Labuan Bajo ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional.

Selain itu, program MBG diperkirakan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp400 miliar di Manggarai Barat. Program tersebut membuka peluang bagi petani, nelayan, dan peternak lokal untuk terlibat dalam rantai pasok bahan pangan.

“Tantangannya adalah memastikan masyarakat lokal dapat mengambil peran lebih besar sebagai pelaku ekonomi sehingga berbagai peluang tersebut memberikan manfaat nyata,” katanya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, terutama pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan dunia usaha penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, Gereja, dan dunia usaha, pendidikan dapat terus relevan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” kata Endi.

Hadir dalam kegiatan ini Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Vikjen Keuskuoan Ruteng, Romo Sebastian Hobahana, Bupati Kab. Sikka Juventus P. Y. Kago, Bupati Ende Yosef B. Badeoda, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, Bupati Flores Timur Antonius D. Dihen, Bupati Lembata Petrus K. Tuaq dan Sekda Ngada Yohanse C. W. Ngebu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....