Gubernur Pimpin RUPS PT Jamkrida NTT, Targetkan Ekspansi dan Kinerja Lebih Tinggi

  • 12 Mar 2026 08:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida NTT yang berlangsung di kantor perusahaan tersebut pada Rabu, 11 Maret 2026 malam. Rapat ini dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Wuisan, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Selfi H. Nange, Kepala Biro Hukum Odemarks Sombu, Plt. Direktur Utama Frits O. Fanggidae, Plt. Direktur Operasional Ferdinand Lerrick, serta notaris.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda penting, antara lain laporan tahunan perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahun buku 2026, serta berbagai usulan strategis terkait penguatan tata kelola dan pengelolaan keuangan perusahaan. Gubernur Melki menilai kondisi PT Jamkrida NTT saat ini berada dalam posisi yang baik dan sehat, serta berbagai persoalan yang muncul di masa lalu terus diselesaikan secara bertahap.

"Secara umum posisi PT Jamkrida NTT bagus dan sehat. Hal-hal yang menjadi persoalan di masa lalu juga terus kita bereskan. Perusahaan ini sudah berada pada jalur yang benar (on the right track)," ujar Gubernur.

Menurut Melki, selain memperkuat internal perusahaan, pemerintah daerah juga mendorong PT Jamkrida NTT untuk memperluas jangkauan layanan ke luar daerah. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah ekspansi layanan penjaminan ke Maluku dan Maluku Utara, terutama di wilayah yang belum memiliki lembaga penjaminan daerah.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Jamkrida NTT, Frits O. Fanggidae, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan menunjukkan tren positif. Pada tahun buku 2025, perusahaan mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT lebih dari Rp7,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan dividen meningkat hingga sekitar Rp15 miliar dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp25 miliar.

Optimisme tersebut juga didukung oleh rencana tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp21 miliar. Dengan tambahan modal tersebut, kapasitas penjaminan diperkirakan meningkat hingga Rp400–Rp500 miliar. Saat ini total ekuitas perusahaan mencapai sekitar Rp185 miliar dengan potensi kapasitas penjaminan hingga Rp5 triliun.

PT Jamkrida NTT juga terus mengembangkan layanan digital yang telah terhubung dengan 21 kabupaten/kota di NTT guna mempercepat proses penerbitan sertifikat penjaminan. Model layanan digital tersebut juga akan menjadi dasar strategi ekspansi ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Melalui kerja sama dengan Gapensi, layanan penjaminan dapat diakses tanpa harus membuka kantor cabang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....