Rumah Asah Ngada Dorong Literasi Digital Anak Muda Ngada

  • 11 Mar 2026 22:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Bajawa - Komunitas Rumah Asah Ngada terus mendorong anak muda di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Komunitas ini menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas serta mendukung pemasaran produk lokal.

Ketua Komunitas Rumah Asah Ngada, Kanisius Paskalius Soro atau Kak Joso, kepada RRI, Rabu, 11 Maret 2026 mengatakan komunitas tersebut beranggotakan sekitar 30 orang dari berbagai latar belakang profesi. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil, pekerja perbankan, hingga wirausahawan yang memiliki minat pada pengembangan kreativitas dan digitalisasi.

Menurut Joso, salah satu tantangan dalam mengelola komunitas adalah keterbatasan waktu anggota untuk berkumpul. Hal ini disebabkan sebagian besar anggota memiliki pekerjaan utama sehingga pertemuan biasanya dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali.

Meski demikian, semangat anggota tetap dijaga melalui komunikasi yang intens dan membangun rasa kekeluargaan dalam komunitas. Ia menilai kesamaan visi serta kemauan untuk belajar bersama menjadi kunci keberlanjutan komunitas tersebut.

Sejumlah program telah dijalankan Rumah Asah Ngada untuk mendukung pengembangan kapasitas generasi muda. Di antaranya pelatihan fotografi produk, branding, hingga pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komunitas ini juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan promosi daerah, termasuk mendukung Festival Wolobobo di Kabupaten Ngada. Selain itu, mereka kerap berkolaborasi dengan mahasiswa yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mempromosikan potensi daerah.

Ke depan, Rumah Asah Ngada berencana menggelar pelatihan digitalisasi dalam skala lebih besar bagi masyarakat Ngada. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memasarkan produk melalui media sosial dan platform digital.

Joso menilai masih banyak potensi ekonomi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan digital. Padahal, berbagai produk lokal di daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang jika dipasarkan secara digital.

Ia juga mengajak generasi muda di Ngada dan Flores untuk lebih peka terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, peluang ekonomi di era digital sangat terbuka sehingga anak muda tidak harus selalu merantau untuk mencari pekerjaan.

Rumah Asah Ngada berharap kehadirannya dapat menjadi wadah belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi anak muda di daerah. Komunitas ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkuat pengembangan kreativitas dan literasi digital masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....