Gubernur NTT Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Sikka 2027 dan Rembuk Stunting 2026
- 10 Mar 2026 14:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sikka dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 serta Rembuk Stunting Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sikka Convention Center, Selasa 10 Maret 2026 pagi, dibuka oleh gubernur melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk memastikan arah pembangunan daerah disusun secara partisipatif, terencana, dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional maupun provinsi. Menurutnya, penyusunan rencana pembangunan daerah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Dokumen perencanaan daerah yang meliputi RPJPD, RPJMD, dan RKPD harus disusun secara terpadu sebagai bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional. "Musrenbang menjadi tahapan penting untuk memastikan adanya konsistensi antara dokumen perencanaan dengan penganggaran, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar diawali dengan perencanaan yang berkualitas, pelaksanaan yang bertanggung jawab, serta evaluasi yang terukur," ujar Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan bahwa tema RKPD Provinsi NTT Tahun 2027 adalah “Peningkatan Layanan Dasar dan Sumber Daya Manusia Berkualitas.” Tema ini menekankan penguatan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan. Ia menambahkan, forum Musrenbang juga menjadi sarana sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Nusa Tenggara Timur, seperti kemiskinan, stunting, pengangguran, serta kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berdasarkan data, persentase penduduk miskin pada September 2025 mencapai 17,50 persen atau sekitar 1.031.690 orang.
Sementara prevalensi stunting per Desember 2025 tercatat 20,2 persen atau sekitar 65.336 balita. Karena itu, melalui Rembuk Stunting, pemerintah berharap adanya komitmen bersama lintas sektor untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat agar program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi, juga menilai forum ini sebagai langkah strategis merumuskan arah pembangunan daerah sekaligus mendorong optimalisasi potensi daerah dan pemberdayaan UMKM demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....