Dokter Jelaskan Aturan Aman Konsumsi Antibiotik

  • 09 Mar 2026 22:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat memicu resistensi antibiotik yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, antibiotik harus digunakan hanya berdasarkan resep dokter dan sesuai dosis yang dianjurkan.

Hal tersebut disampaikan dr. Shaza Nathasya Sandakh dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo yang membahas topik Sakit Tenggorokan dan Ancaman Resistensi Antibiotik. Menurut dr. Shaza, masih banyak masyarakat yang menganggap antibiotik sebagai obat untuk semua jenis penyakit, termasuk demam dan flu.

Padahal antibiotik hanya bekerja untuk membunuh infeksi bakteri, bukan virus, jamur, atau parasit. “Sebagian besar penyakit seperti flu, batuk-pilek, dan banyak kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak akan efektif untuk kondisi tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan diagnosis infeksi bakteri hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis oleh dokter. Selain tidak efektif, penggunaan antibiotik tanpa pengawasan medis juga dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti gangguan pada mikrobioma usus, diare, hingga reaksi alergi yang serius.

dr. Shaza juga mengingatkan pasien untuk selalu menghabiskan antibiotik sesuai dosis yang diberikan dokter. Menurutnya, ketika gejala mulai membaik, hal itu biasanya menandakan bakteri yang lemah sudah mati. Namun bakteri yang lebih kuat masih dapat bertahan di dalam tubuh.

Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya, bakteri yang tersisa berpotensi bermutasi dan menjadi kebal terhadap antibiotik. Akibatnya, saat infeksi terjadi kembali, antibiotik yang sama tidak lagi efektif untuk mengobatinya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak menggunakan sisa antibiotik milik orang lain atau memberikan obat tersebut kepada anggota keluarga dengan gejala serupa. Sebab dosis antibiotik ditentukan berdasarkan usia, berat badan, serta tingkat keparahan infeksi yang dialami pasien.

Jenis antibiotik yang digunakan juga dapat berbeda tergantung lokasi dan jenis infeksi. Karena itu, penggunaan antibiotik harus selalu mengikuti anjuran dokter untuk mencegah risiko resistensi antibiotik yang semakin meningkat di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....