Geocamp dan Edukasi Alam Jadi Program PGWI Labuan Bajo

  • 09 Mar 2026 15:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Persatuan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo terus mendorong pengembangan wisata berbasis edukasi di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya melalui berbagai program yang dijalankan sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat peran pemandu geowisata dalam memperkenalkan kekayaan alam sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi.

Ketua PGWI DPW Labuan Bajo, Saverinus Guardi, mengatakan tema besar yang diangkat dalam berbagai kegiatan PGWI lahir dari diskusi mendalam mengenai pentingnya profesi pemandu geowisata dalam mendukung Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

“Tema besar yang kami angkat merupakan hasil diskusi dan pendalaman atas urgensi profesi pemandu geowisata dalam mendukung Labuan Bajo Flores sebagai destinasi yang berkelanjutan,” ujar Saverinus, dalam sambutannya di kegiatan Diklat Angkatan I Pemandu Geowisata yang digelar Persatuan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo, Senin 9 Maret 2026.

Menurutnya, pemandu geowisata merupakan tenaga profesional dalam industri pariwisata yang memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus untuk memandu wisatawan memahami fenomena geologi, bentuk lahan, hingga keanekaragaman hayati suatu wilayah.

Ia menjelaskan, berbeda dengan pemandu wisata pada umumnya, pemandu geowisata lebih menekankan pada pemahaman ilmu kebumian sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengetahui bagaimana bentang alam tersebut terbentuk.

Sepanjang 2026, PGWI DPW Labuan Bajo telah melaksanakan sejumlah program kegiatan, di antaranya inspeksi lokasi geowisata di kawasan Taman Indah Mangrove Teluk Terang serta pelaksanaan kegiatan geocamp di sejumlah desa pesisir.

“Kami juga mengembangkan wisata berbasis edukasi yang menonjolkan keunikan bentang alam sekaligus mendorong upaya pelestarian lingkungan di kawasan wisata,” kata Saverinus.

Selain itu, PGWI juga menyusun narasi bersama bagi para pemandu wisata agar mampu merangkai fakta geologi, sejarah, tradisi, dan fenomena alam menjadi cerita menarik yang mudah dipahami wisatawan.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga mengerti mengapa dan bagaimana lanskap tersebut terbentuk,” ungkapnya.

Melalui berbagai program tersebut, PGWI DPW Labuan Bajo berharap pemandu geowisata dapat menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan kekayaan alam Labuan Bajo sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....