SMKN 2 Ende Gelar Uji Kompetensi Keahlian, 801 Siswa Unjuk Keterampilan
- 07 Mar 2026 07:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Sebanyak 801 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Ende mengikuti Uji Kompetensi Keahlian bersama dunia usaha dan industri. Kegiatan ini menjadi tahapan penting bagi siswa sebelum dinyatakan lulus dari pendidikan kejuruan yang mereka tempuh.
Ujian tersebut berlangsung sejak tiga hari terakhir dan dibuka secara resmi di Aula SMK Negeri 2 Ende. Setelah pembukaan, pelaksanaan ujian dilanjutkan di masing-masing program kompetensi keahlian yang tersebar di lingkungan sekolah.
Kepala SMK Negeri 2 Ende, Fransisco Soares mengatakan pelaksanaan UKK melibatkan berbagai pihak dari dunia usaha dan industri. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan proses penilaian kompetensi siswa sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Sebanyak 801 siswa kelas XII dari 12 kompetensi keahlian mengikuti ujian kompetensi keahlian bersama dunia usaha dan industri,” kata Fransisco Soares.
Ia menjelaskan pelaksanaan ujian kompetensi ini telah diawali kegiatan sertifikasi profesi bersama lembaga sertifikasi profesi eksternal. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 dengan melibatkan LSP3 dari Balai Jasa Konstruksi (BJKK) IV Surabaya dengan jumlah siswa yang mengikuti UKK sebanyak 319 orang, bersama Dudi 482 orang.
Empat jurusan yang mengikuti sertifikasi tersebut meliputi Geomatika, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan serta Teknik Konstruksi dan Perumahan. Selain itu, program Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan juga mengikuti uji kompetensi bersama lembaga sertifikasi tersebut.
Saat ini, salah satu jurusan yang sedang melaksanakan ujian kompetensi adalah Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT). Siswa kelas XII pada jurusan tersebut mempraktikkan berbagai keterampilan produksi media yang dipelajari selama tiga tahun.
Dalam ujian praktik tersebut, siswa diminta memproduksi konten podcast sebagai bagian dari instrumen penilaian kompetensi. Setelah produksi selesai, mereka meninjau kembali hasil rekaman untuk melakukan perbaikan sesuai standar instrumen penilaian.

Menurut Fransisco Soares, proses tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan bekerja secara profesional dinilai melalui tugas praktik yang diberikan kepada peserta.
“Bobot nilai praktik dalam uji kompetensi keahlian cukup besar, yakni mencapai 70 persen dari keseluruhan penilaian kelulusan siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan hasil ujian praktik akan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kelulusan siswa kelas akhir. Penilaian tersebut mencerminkan kemampuan nyata siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran.
Fransisco menegaskan kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....