Dua Kapal Milik Pemprov NTT Karam akibat Cuaca Ekstrem

  • 05 Mar 2026 12:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Dua unit kapal feri milik Pemprov NTT, yakni KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, karam di pesisir pantai depan Gua Monyet, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa, 3 Maret 2026. Dua kapal yang sebelumnya diparkir di Pelabuhan Hansisi, Pulau Semau tersebut dilaporkan hanyut pada Senin, 2 Maret 2026, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. .

Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah NTT dalam beberapa hari terakhir, berupa hujan deras, angin kencang, serta gelombang laut tinggi, menyebabkan tali jangkar putus sehinggal kapalterbawa arus. Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meninjau langsung lokasi karamnya kapal pada Rabu 4 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Johni didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi kedua kapal ini. Syukurlah kapal-kapal ini terdampar di pantai, karena jika sampai terbawa ke Samudra Hindia, kemungkinan besar kita akan kehilangan jejak,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah kondisi cuaca kembali normal, pemerintah akan melakukan asesmen terhadap kondisi kedua kapal tersebut guna menentukan langkah selanjutnya. Menurutnya, hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kapal masih layak dioperasikan kembali, disewakan kepada pihak ketiga, atau bahkan dilelang.

“Kalau laut sudah tenang dan tidak ada lagi badai atau angin kencang, kita akan melakukan asesmen. Dari situ akan dilihat apakah kapal masih bisa dioperasikan, disewakan kepada pihak ketiga, atau dijual. Kondisi kapal sendiri sudah cukup parah karena terdapat sejumlah kerusakan, termasuk lambung kapal yang bocor,” ucap Johni.

Johni berharap, apabila kapal-kapal tersebut nantinya dapat disewakan atau dilelang, hasilnya dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.

Selain KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Pemerintah Provinsi NTT juga tercatat memiliki tiga kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando.

“Kita juga akan mengupayakan agar aset kapal lainnya dapat dikelola oleh pihak ketiga, baik melalui skema sewa maupun penjualan. Anggaran yang diperoleh nantinya akan dimaksimalkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....