Kakanwil Kemenag NTT Dorong Inovasi MAN Ende

  • 04 Mar 2026 16:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, mendorong penguatan inovasi pada unit keterampilan tata busana dan tata boga di Madrasah Aliyah Negeri Ende. Dorongan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke madrasah tersebut di Kabupaten Ende, Selasa 3 maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Fransiskus didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, serta Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hj. M. Hadisyafani Mapawa. Rombongan diterima langsung oleh Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib, di ruang pertemuan sekolah.

Kakanwil menegaskan, pengembangan unit keterampilan harus adaptif terhadap kebutuhan industri tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, madrasah memiliki peluang besar untuk melahirkan lulusan terampil yang tetap berkarakter religius.

Pada unit tata busana, ia meminta adanya inovasi yang mampu menjembatani kurikulum berbasis syariah dengan perkembangan industri mode modern. Kreativitas desain, pemanfaatan teknologi, prinsip keberlanjutan, dan penguatan kewirausahaan menjadi aspek yang perlu diprioritaskan.

Ia juga mendorong integrasi budaya lokal melalui pemanfaatan wastra nusantara seperti batik, tenun daerah, dan songket dalam desain busana muslimah kontemporer. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat identitas budaya sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya industri kreatif berbasis madrasah.

Sementara pada unit tata boga, Kakanwil menekankan peningkatan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri kuliner modern dan halal. Pengembangan resep tradisional menjadi menu kekinian berstandar halal disebut dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus menjaga kearifan lokal.

Lebih lanjut, ia mendorong penerapan model Teaching Factory atau TeFa dalam proses pembelajaran tata boga. Melalui pendekatan itu, praktik tidak berhenti pada simulasi, tetapi berkembang menjadi unit produksi dengan standar industri yang jelas.

Model tersebut diharapkan menghasilkan produk siap pasar yang bisa dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami manajemen produksi dan strategi pemasaran.

Penguatan unit keterampilan ini, kata dia, menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas pendidikan vokasional berbasis madrasah di NTT. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian dan daya saing lulusan MAN Ende di tengah dinamika industri kreatif dan kuliner yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....