Enam Desa Binaan FEAST Ramaikan Festival Pangan Lokal Manggarai

  • 02 Mar 2026 12:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Sebanyak enam desa binaan FEAST (Foundation for Education and Social Transformation) ambil bagian dalam Festival Pangan Lokal yang digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026, di kawasan Natas Labar–Motang Rua. Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan peran desa dalam pengembangan sistem pangan lokal berbasis potensi wilayah.

Enam desa tersebut berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Satarmese dan Kecamatan Ruteng. Dari Kecamatan Satarmese meliputi Desa Tal, Desa Gara, dan Desa Ngkaer, sedangkan dari Kecamatan Ruteng terdiri atas Desa Kakor, Desa Wae Belang, dan Desa Rai. Keterlibatan desa-desa ini mencerminkan keberagaman karakteristik lahan pertanian serta pola usaha tani masyarakat Manggarai.

Festival Pangan Lokal turut dihadiri Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, yang menilai pemilihan desa binaan telah selaras dengan kondisi lingkungan dan potensi pertanian setempat. Menurutnya, pemerintah daerah sejak awal memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut serta mendorong keterlibatan aktif perangkat daerah terkait, mulai dari Dinas Pertanian, Bappeda, hingga para camat dan kepala desa, guna memastikan pendampingan petani berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Bupati juga menegaskan, penguatan kedaulatan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah yang terus didorong, dengan menempatkan petani sebagai subjek utama dalam menentukan jenis pangan yang diusahakan sesuai kebutuhan dan potensi lokal.

Selain peningkatan produksi, perhatian juga diarahkan pada penguatan aspek pascapanen, khususnya pengolahan dan pengemasan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar. "Masyarakat kita juga itu dibantu sampai proses pasca panen," kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Hery menilai tantangan utama petani selama ini tidak hanya terletak pada proses budidaya, melainkan pada tahapan pascapanen."Selama ini petani kita memproduksi , betul bisa, tetapi proses pasca panen itu menjadi salah satu tantangan,"

Ia menyebut, kehadiran pihak pendamping dinilai penting untuk memberikan pembelajaran dan peningkatan kapasitas bagi kelompok-kelompok tani, terutama dalam pengolahan hasil dan strategi pemasaran.

Sementara itu, Osi, salah satu perwakilan Kelompok Tani Ca Bantang Ca Lako dari Desa Ngkaer, Kecamatan Satarmese, menyampaikan bahwa kelompoknya menampilkan beragam produk olahan dan hasil pertanian, di antaranya sari jahe, keripik labu kuning, lemet labu kuning, serta sejumlah jenis sayuran hortikultura. Kelompok ini telah menjalankan aktivitas produksi secara intensif selama kurang lebih enam bulan dan berharap program pendampingan dapat terus berlanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Satarmese, Michael Ojang, mengungkapkan selama ini pemerintah kecamatan melakukan pendampingan intensif terhadap desa-desa yang memiliki potensi hortikultura. Pendampingan tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada promosi hasil kelompok tani agar semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Festival Pangan Lokal ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi berkelanjutan antara petani, pemerintah daerah, dan lembaga pendamping dalam memperkuat sistem pangan lokal yang berdaya saing, berkelanjutan, serta berbasis potensi dan kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....