BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Maritim NTT
- 01 Mar 2026 09:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim di wilayah Nusa Tenggara Timur yang berlaku mulai Selasa, 1 Maret 2026 pukul 08.00 WITA hingga Rabu, 2 Maret 2026 pukul 08.00 WITA. Peringatan ini memuat potensi gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan strategis di NTT.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, dan Selat Ombai. Selain itu, perairan selatan Sumba, Sabu–Raijua, utara Timor, utara Kupang–Rote, hingga perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo juga masuk dalam kategori waspada.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadly, dalam siaran informasi cuaca, Minggu, 1 Maret 2026, menjelaskan kondisi ini dipengaruhi adanya pertemuan angin di wilayah Nusa Tenggara Timur. Pertemuan angin tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Arah angin umumnya bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 16 hingga 40 kilometer per jam,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan kecepatan angin di beberapa perairan dapat berdampak langsung terhadap tinggi gelombang.
BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca secara umum berawan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah NTT. Situasi ini berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, baik kapal nelayan maupun kapal penyeberangan antarpulau.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut. Langkah tersebut penting guna meminimalkan risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca yang cepat.
“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas melaut ditunda hingga situasi kembali kondusif,” ungkapnya. BMKG memastikan pembaruan informasi cuaca maritim akan terus dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....