Bupati Edi Tantang Kopdit Suka Damai Lebih Populer dan Profesional

  • 01 Mar 2026 05:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menantang jajaran pengurus KSP Kopdit Suka Damai agar mampu menjadi koperasi yang populer di tengah masyarakat tanpa meninggalkan prinsip manajemen profesional. Tantangan tersebut disampaikan saat Peresmian Kantor Pusat dan Training Centre KSP Kopdit Suka Damai di Batu Cermin, Sabtu 28 Februari 2026.

“Koperasi Suka Damai ini harus bisa populer seperti koperasi harian. Tapi ingat, manajemen tidak boleh sama. Pengembangan manajemen harus tetap profesional,” kata Bupati Edistasius, dalam sambutannya.

Menurutnya, meskipun koperasi harian tidak dibenarkan secara hukum karena tidak berbadan hukum, faktanya lembaga tersebut sangat populer dan mudah diakses masyarakat. Warga yang membutuhkan dana, baik untuk modal usaha maupun kebutuhan mendesak lainnya, cenderung memilih koperasi harian dibanding koperasi resmi.

“Pertanyaan reflektif untuk para pengurus, mengapa koperasi harian tingkat penyebarannya begitu masif?” ujarnya.

Ia menilai, salah satu faktor yang membuat koperasi harian berkembang pesat adalah karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan tidak membatasi ruang pelayanan. Pelayanan yang terbuka dan tidak eksklusif dinilai menjadi kunci kedekatan dengan warga.

“Sampai ada mindset bahwa saat ini yang ada hanya koperasi harian. Kalau butuh uang, tinggal hubungi pengurus koperasi harian. Mengapa mereka tidak mendatangi Kopdit Suka Damai? Ini harus menjadi bahan refleksi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah anggota sebagai indikator keberhasilan koperasi. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejak berdiri pada 1999 hingga saat ini, jumlah anggota KSP Kopdit Suka Damai mencapai 23.915 orang, sekitar 19 ribu di antaranya merupakan warga Manggarai Barat.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Manggarai Barat yang mencapai 298.000 jiwa, kata dia, persentase anggota koperasi tersebut belum menyentuh 10 persen.

“Sebagai koperasi yang lahir dari rahim Manggarai Barat, ke depan jumlah anggota harus bisa mencapai minimal sepuluh persen dari total penduduk. Salah satu syarat sukses adalah jumlah anggota yang banyak. Semegah apa pun gedung kantor, jika jumlah anggota sedikit, maka koperasi ini tetap menjadi kecil,” ujarnya.

Dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota, Bupati Edi menilai koperasi akan naik kelas apabila basis keanggotaannya semakin luas. Ia bahkan menyandingkan strategi pengembangan koperasi dengan partai politik yang mengandalkan banyaknya kader untuk meraih kemenangan.

“Seperti partai politik, kalau mau menang, ya harus rekrut sebanyak-banyaknya kader,” ucapnya.

Lebih lanjut, secara berseloroh, ia juga menantang para pengurus inti untuk mendorong setiap karyawan merekrut minimal seribu anggota baru.

Di akhir sambutannya, Bupati Edi yang juga tercatat sebagai anggota Kopdit Suka Damai menyatakan komitmennya untuk hadir dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun ini.

Peresmian Kantor Pusat dan Training Centre ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Edi, dilanjutkan dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Maksimus Regus. Turut hadir dalam perayaan tersebut Vikjen Keuskupan Labuan Bajo RD Ricard Mangu bersama sejumlah imam.

Sejumlah pejabat daerah juga tampak hadir, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Benediktus Nurdin dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Manggarai Barat Theresia P. Asmon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....