Desa Bolok Jadi Model Hilirisasi Peternakan, Siap Direplikasi di 22 Kabupaten/Kota
- 28 Feb 2026 14:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang – Peluncuran produk Sei Babi Kikikaka di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Jumat, 27 Februari 2026, bukan sekadar peresmian produk olahan ternak. Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan Desa Bolok diproyeksikan menjadi model hilirisasi peternakan yang dapat direplikasi di 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Melki, penguatan budidaya babi dan pengolahan sei merupakan langkah strategis agar desa tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. Hilirisasi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk lokal.
“Kita tidak boleh berhenti di produksi bahan mentah. Desa harus naik kelas melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang profesional. Ini yang kita dorong di Bolok, dan model ini bisa diterapkan di daerah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki tanggung jawab mendampingi desa binaannya agar menghadirkan minimal satu produk unggulan berbasis potensi lokal.
Peluncuran Kikikaka disebut sejalan dengan Dasa Cita Ayo Bangun NTT, khususnya semangat “Dari Ladang dan Laut ke Pasar” yang menekankan modernisasi sektor pertanian dan peternakan, efisiensi produksi, serta perluasan akses pasar.
Melki berharap Desa Bolok menjadi contoh konkret desa yang berhasil membangun kemandirian ekonomi melalui hilirisasi terencana dan berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat direplikasi secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di NTT sebagai strategi penguatan ekonomi rakyat berbasis desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....