Pemerintah Daerah Flores Timur Percepat Pendirian BUMD Pangan Daerah
- 26 Feb 2026 09:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Pemerintah Kabupaten Flores Timur mempercepat proses pendirian Badan Usaha Milik Daerah guna mendorong peningkatan perekonomian lokal. Langkah ini menjadi bagian dari visi Lompatan Jauh yang dicanangkan pemerintah daerah setempat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat guna memperoleh rekomendasi resmi pendirian BUMD. Pembahasan kelayakan usaha dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring dari ruang Bupati Flores Timur, Rabu, 25 Februari 2026.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Pemda Flores Timur. Ia menilai inisiatif tersebut dapat mempercepat peningkatan sumber pendapatan asli daerah secara berkelanjutan.
“Proses pendirian BUMD ini kami dukung agar mampu mempercepat peningkatan sumber pendapatan daerah,” ujar Agus Fatoni. Ia menekankan pentingnya tahapan administrasi dan kajian kelayakan yang akuntabel serta terukur.
Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Kemendagri, Yudia Ramli, menegaskan perlunya perhitungan pendapatan riil. Menurutnya, potensi daerah harus ditampilkan jelas dengan prognosis sebelum dan sesudah pendirian BUMD.
“Pendapatan harus dihitung secara riil dan potensi daerah ditampilkan jelas agar pemerintah pusat cepat merespons,” kata Yudia Ramli. Ia menambahkan bahwa kejelasan data menjadi dasar utama pemberian rekomendasi pusat.
Ketua Tim Pengkaji UGM, Yanse Kardias, menjelaskan BUMD Flores Timur diarahkan pada tiga sektor prioritas. Sektor tersebut meliputi sapi potong, ayam petelur, dan cold storage untuk mendukung stabilisasi pangan daerah.
“Sektor ini mendorong makan bergizi gratis dan menjaga stabilitas pasokan protein hewani masyarakat,” ujar Yanse Kardias. Ia menyebut pengelolaan pangan terintegrasi akan menjaga distribusi serta kestabilan harga strategis daerah.
Kasubdit BUMD Ditjen Keuangan Kemendagri, Bambang Ardianto, mengingatkan konsistensi data dan fokus usaha menjadi syarat utama. Menurutnya, jenis usaha harus sesuai potensi Flores Timur dan kebutuhan riil masyarakat setempat.
“Analisis potensi usaha berjalan maupun merintis perlu ditelaah agar memberi nilai tambah daerah,” ucap Bambang Ardianto. Ia menilai kajian komprehensif menentukan kelayakan usaha yang diajukan pemerintah daerah.
Bupati Flores Timur, Doni Dihen, optimistis tiga sektor tersebut memberi kontribusi signifikan bagi masyarakat. Ia menegaskan kebutuhan sapi potong dan ayam petelur selama ini masih dipenuhi dari luar daerah.
“Cold storage berkapasitas memadai penting menjaga stok dan menjamin ketersediaan pangan daerah,” ujar Doni Dihen. Ia berharap komunikasi berkelanjutan dengan Kemendagri mempercepat terbitnya rekomendasi pendirian BUMD Flores Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....