29 Mahasiswa Unika Resmi Jadi Kader Synergoi Paulus

  • 22 Feb 2026 18:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng resmi dikukuhkan sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III, Minggu, 22 Februari 2026. Pengukuhan berlangsung di Aula GUB Lantai V Kampus Unika Ruteng.

Pengukuhan tersebut menandai berakhirnya proses kaderisasi intensif selama 20 hari yang dilaksanakan sejak 22 Januari hingga 8 Februari 2026 di Novisiat Sang Sabda Kuwu. Dari 30 mahasiswa yang berasal dari 12 program studi, sebanyak 29 orang dinyatakan lulus dan layak melanjutkan peran sebagai bagian dari gerakan Synergoi Paulus.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Fransiskus Sawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kaderisasi dirancang sebagai proses formasi hidup, bukan sekadar pelatihan organisasi.

“Kaderisasi ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses formasi hidup yang membentuk iman, karakter, dan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran berbasis pengalaman, refleksi personal, kerja kelompok, dan partisipasi aktif digunakan untuk membangun spiritualitas, kepekaan sosial, serta tanggung jawab moral mahasiswa sebagai calon pemimpin.

Evaluasi akhir pada 19–21 Februari 2026 menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam kedewasaan sikap, disiplin, keberanian mengambil peran kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Dalam misa pengukuhan, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd., mengingatkan para kader akan kompleksitas tantangan zaman, mulai dari krisis makna hidup hingga derasnya arus digitalisasi.

“Mahasiswa adalah penjaga nurani zaman. Kader Synergoi harus menjadi terang intelektual, sahabat bagi sesama, sekaligus pemimpin yang transformatif,” katanya dalam homili.

Ia menekankan pentingnya integrasi iman dan akal budi dalam praksis kehidupan kampus, serta mendorong kader berperan sebagai agen literasi digital yang kritis dan etis.

Program Kaderisasi Synergoi Paulus Angkatan III merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam membentuk kader rasul awam yang siap melayani Gereja, bangsa, dan masyarakat.

Pengukuhan ini menjadi awal tanggung jawab baru bagi para kader untuk menghadirkan nilai-nilai transformatif dalam kehidupan akademik dan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....