Siswa Nangahale Tanam Mangrove Cegah Abrasi

  • 21 Feb 2026 15:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Terik matahari yang menyengat disertai hujan rintik tak menyurutkan langkah Alif pada Kamis siang, 15 Februari 2026. Siswa MIS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale itu tetap bersemangat menanam mangrove di pesisir Pantai Namadoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.

Bersama puluhan pelajar dari MIS dan MTs Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale, Alif berjibaku dengan lumpur demi menyelamatkan garis pantai dari ancaman abrasi. Mereka datang mengenakan seragam olahraga sekolah, tanpa canggung membiarkan sepatu dan pakaian kotor oleh lumpur.

Satu per satu anakan mangrove ditancapkan ke lubang yang telah disiapkan di sepanjang pesisir Dusun Namadoi. Tawa riang pecah setiap kali bibit berhasil berdiri tegak di antara genangan air laut yang surut.

Kegiatan ini diinisiasi Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-12 yang jatuh pada 14 Februari 2026. Aksi tanam mangrove menjadi puncak rangkaian kegiatan bertema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka”.

Ketua AWAS, Mario Sina, mengatakan kawasan pesisir Namadoi tergolong ekstrem dan rawan abrasi. Meski hanya sekitar 270 anakan mangrove yang tersedia, ia berharap langkah kecil itu memberi dampak nyata bagi perlindungan ekosistem pesisir.

Menurut Mario, peran wartawan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Melalui aksi nyata di lapangan, jurnalis juga ingin terlibat langsung menjaga lingkungan bersama masyarakat.

Alif mengaku senang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. “Saya senang dilibatkan dalam kegiatan menanam mangrove bersama wartawan. Biar masuk lumpur tetapi dapat ilmu baru,” ujarnya.

Ia memahami mangrove memiliki fungsi penting menahan abrasi yang kerap menjadi momok bagi warga pesisir Nangahale. Dalam beberapa tahun terakhir, abrasi disebut telah menggerus wilayah pantai hingga sekitar 500 meter.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, menyebut dua lembaga pendidikan, yakni MTs Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale dan MIS Al-Fatah Muhammadiyah Nangahale, kini berada dalam ancaman abrasi. Kondisi itu, kata dia, telah disampaikan melalui Musrenbang dan DPRD, namun belum mendapat tindak lanjut.

Selain penanaman mangrove, AWAS juga menggelar pasar murah bekerja sama dengan Bulog Maumere sebagai bagian dari peringatan HUT ke-12. Sebelumnya, organisasi ini menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran di Desa Heopuat serta mengadakan dialog penanganan sampah di Kantor Bupati Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....