Imigrasi Labuan Bajo Siap Kawal Lonjakan Wisatawan Kapal Pesiar Internasional

  • 21 Feb 2026 12:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo memastikan kesiapan penuh dalam mengantisipasi lonjakan kedatangan wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar internasional yang kini menjadi salah satu tren utama kunjungan ke destinasi super prioritas tersebut.

Hingga Februari 2026, tercatat sedikitnya delapan kapal pesiar internasional telah bersandar di Labuan Bajo. Peningkatan ini dinilai sebagai indikator tingginya kepercayaan pasar pariwisata global terhadap keamanan serta daya tarik destinasi Indonesia, khususnya Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, dalam wawancara bersama RRI Labuan Bajo, Sabtu 21 Februari 2026 menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan inovasi layanan guna mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian.

“Kami mengirim petugas imigrasi untuk bergabung sejak kapal berangkat dari pelabuhan asal, misalnya dari Australia. Pemeriksaan dokumen dan proses pemberian visa dilakukan selama pelayaran berlangsung,” kata Charles.

Ia juga menjelaskan, langkah tersebut bertujuan memberikan kenyamanan bagi wisatawan setibanya di Labuan Bajo.

“Saat kapal tiba, para penumpang tidak perlu lagi mengantre panjang di pelabuhan. Mereka bisa langsung turun dan menikmati rangkaian kegiatan wisata,” ujarnya.

Meski mengedepankan pelayanan yang ramah dan profesional, Imigrasi tetap memperkuat pengawasan demi menjaga kedaulatan negara.

“Kami memanfaatkan sistem berbasis data untuk memantau masa tinggal warga negara asing secara digital, sehingga potensi overstay dapat dicegah lebih dini,” jelas Charles.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan BPOLBF untuk memberikan edukasi kepada wisatawan.

“Melalui panduan ‘Do’s and Don’ts’, kami ingin memastikan para wisatawan memahami aturan dan etika selama berada di Indonesia,” katanya.

Sejauh ini, tidak ditemukan pelanggaran keimigrasian dari penumpang kapal pesiar yang berkunjung.

“Sampai saat ini belum ada pelanggaran. Mayoritas penumpang merupakan wisatawan lanjut usia yang sangat tertib terhadap aturan,” ungkapnya.

Terkait peningkatan jumlah kunjungan, Charles mengakui kebutuhan sumber daya manusia akan terus bertambah. Namun, pihaknya mengoptimalkan sistem digital terintegrasi untuk menjaga efisiensi layanan.

“Walaupun jumlah personel terbatas, sistem digital yang terintegrasi secara nasional dan internasional membantu kami tetap bekerja secara efektif dan akurat,” ujarnya.

Charles juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga citra positif Labuan Bajo, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....