Kapu Agu Naka, Diplomasi Budaya Manggarai ke Dunia
- 21 Feb 2026 09:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tradisi Kapu Agu Naka dinilai memiliki potensi besar sebagai diplomasi budaya Manggarai di tingkat nasional hingga internasional. Ritual penyambutan tamu ini bukan sekadar adat lokal, tetapi simbol penghormatan dan identitas yang dapat memperkuat citra daerah di mata dunia.
Hal tersebut disampaikan Tokoh Budaya Manggarai Timur, Simplisius Nangu, S.Pd, dalam program Bincang Budaya RRI Labuan Bajo, Rabu, 19 Februari 2026.
Menurutnya, Kapu Agu Naka merupakan tata cara adat masyarakat Manggarai dalam menyambut tamu istimewa, baik yang diundang maupun yang datang atas inisiatif sendiri. Ritual ini sarat makna filosofis dan spiritual.
“Kapu berarti memangku atau menggendong, melambangkan penghormatan tertinggi. Naka berarti kegembiraan. Jadi ini bukan sekadar menyambut, tetapi menerima dengan sukacita dan memperkenalkan tamu kepada leluhur,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam konteks Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas dan pintu masuk wisata internasional, tradisi Kapu Agu Naka dapat menjadi wajah budaya Manggarai dalam menyambut tamu negara maupun wisatawan mancanegara.
“Jika dilakukan dengan benar dan utuh, Kapu Agu Naka bisa menjadi diplomasi budaya. Dunia akan melihat bahwa kita bukan hanya punya alam yang indah, tetapi juga tata nilai dan penghormatan yang tinggi terhadap tamu,” katanya.
Dalam ritual tersebut digunakan simbol tuak atau moke dan Manuk Naka yang tidak disembelih, melainkan dibawa pulang oleh tamu sebagai tanda penerimaan adat. Prosesi dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan keheningan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Simplisius mengingatkan agar tradisi ini tidak disederhanakan demi kepentingan seremoni semata. Menurutnya, menjaga keutuhan makna adalah kunci agar budaya tetap memiliki martabat.
“Budaya adalah identitas. Kalau kita menjaga identitas dengan baik, itu adalah kekuatan bangsa dalam pergaulan global,” ujarnya.
Melalui program Bincang Budaya, RRI Labuan Bajo terus mendorong penguatan narasi budaya lokal sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....