Damkar Catat Penurunan Kasus, Warga Bisa Ajukan Simulasi Kebakaran

  • 20 Feb 2026 09:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende — Tren kasus kebakaran di Kabupaten Ende menurun dalam dua tahun terakhir. Penurunan ini terjadi seiring masifnya sosialisasi dan edukasi pencegahan yang digencarkan petugas kepada masyarakat.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ende menunjukkan, pada 2024 tercatat 14 kasus kebakaran di berbagai wilayah. Jumlah tersebut turun menjadi delapan kasus pada 2025, sementara hingga awal 2026 baru tercatat dua kejadian kebakaran.

Kepala Seksi Rehabilitasi Damkar Ende, Bonifasius Riin Loka, menjelaskan tren penurunan terlihat setelah program edukasi rutin digelar ke sekolah, kelurahan, dan instansi. Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik penanganan awal saat terjadi kebakaran.

“Edukasi difokuskan pada pengenalan risiko kebakaran di rumah dan tempat kerja, termasuk cara merespons cepat sebelum api membesar,” ujarnya kepada RRI 18 Februari 2026. Menurut dia, peningkatan pengetahuan warga berpengaruh pada kecepatan pencegahan di lapangan.

Selain sosialisasi, Damkar juga membuka peluang bagi komunitas dan organisasi yang ingin menggelar simulasi kebakaran. Permohonan simulasi dapat diajukan melalui surat resmi ke kantor dinas untuk dijadwalkan bersama tim.

Program ini menyasar kelompok masyarakat yang berpotensi menghadapi risiko kebakaran tinggi, termasuk kawasan permukiman padat dan lingkungan kerja. Simulasi mencakup penggunaan alat pemadam api ringan dan prosedur evakuasi.

Tidak hanya fokus pada pencegahan, Damkar Ende juga memiliki tim rehabilitasi pascakebakaran. Tim tersebut bertugas mendata korban serta menghitung kerugian material untuk diteruskan ke instansi terkait sebagai dasar penyaluran bantuan.

Dalam prosedur pelaporan kejadian, warga diminta memberikan informasi rinci seperti jenis kejadian, alamat lengkap, serta kondisi akses menuju lokasi. Laporan kebakaran dapat disampaikan melalui call center 0381-21113 maupun kanal media sosial resmi Damkar.

Pihak Damkar berharap kolaborasi masyarakat terus meningkat agar risiko serta dampak kebakaran bisa ditekan dari waktu ke waktu. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama mempercepat respons dan meminimalkan kerugian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....