Ribuan Umat Terima Abu di Nanganesa

  • 19 Feb 2026 21:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Ribuan umat Katolik Stasi Santo Sebastian Martir Nanganesa menerima abu dengan penuh sukacita pada Rabu (18/2/2026). Perayaan ini menandai dimulainya masa Prapaskah bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Sejak pagi, ratusan umat memadati Gereja Katolik Santo Sebastian Martir Nanganesa untuk mengikuti perayaan Ekaristi. Ibadah tersebut dipimpin Pastor Paroki Santa Maria Imaculata Ndona RD Ambrosius Nanga.

Misa Rabu Abu menjadi penanda awal masa Prapaskah yang berlangsung selama 40 hari. Masa ini dimaknai sebagai waktu pertobatan, refleksi diri, serta latihan puasa dan pantang.

Abu yang diterimakan kepada umat berasal dari pembakaran daun palma Minggu Palma tahun sebelumnya. Abu tersebut melambangkan kefanaan manusia sekaligus ajakan untuk kembali kepada Tuhan dengan rendah hati.

Sebelum penerimaan abu, pastor terlebih dahulu mendoakan dan memberkati abu yang telah disiapkan. Setelah itu, umat secara tertib berbaris, baik di dalam maupun di halaman gereja, untuk menerima tanda salib di dahi.

Dalam khotbahnya, RD Ambrosius menegaskan bahwa masa Prapaskah adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memperbarui relasi iman. Umat, katanya, diajak memperbanyak doa, berpantang, serta membuka diri untuk berbagi dengan sesama.

“Selama masa Prapaskah, kita akan berjuang dan Tuhan menghendaki kita banyak berdoa serta berpantang,” ujar RD Ambrosius di hadapan umat. Ia mengingatkan, perjuangan rohani itu dijalani dengan kesadaran, bukan sekadar rutinitas tahunan.

RD Ambrosius menekankan ajakan untuk berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati. Pertobatan, menurutnya, tidak lahir dari paksaan, melainkan dari kehendak bebas yang tulus.

Suasana khidmat dan penuh harap terasa sepanjang perayaan berlangsung. Umat meninggalkan gereja dengan tanda abu di dahi sebagai simbol komitmen memasuki masa Prapaskah dengan iman yang diperbarui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....