LPMP NTT Desak Respons Cepat Kemendikdasmen

  • 14 Feb 2026 20:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTT mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera merespons kondisi bangunan SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, NTT. Desakan itu disampaikan saat kunjungan langsung ke sekolah tersebut pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kepala LPMP NTT Irfan Karim turun langsung melihat situasi sekolah yang beberapa waktu lalu viral di media sosial. Sorotan publik muncul setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung dalam kondisi yang dinilai tidak layak.

Irfan Karim didampingi Faizal dari Bidang Sarana dan Prasarana LPMP NTT dalam agenda supervisi tersebut. Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka, Kepala Bidang SMP, Camat Tanawawo John Oriwis, Kepala Desa Bu Utara, serta Penjabat Kepala Desa Bu Nua Puu.

Rombongan diterima Kepala SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinuli, bersama para guru. Kunjungan itu difokuskan untuk memverifikasi data faktual atas pemberitaan yang beredar luas di media sosial.

“LPMP datang untuk memverifikasi data secara faktual berkaitan dengan pemberitaan yang selama ini beredar di medsos. Hasil yang disampaikan adalah mendorong pemerintah untuk merespon lebih cepat menangani sekolah kami,” ujar Maria Astinuli saat dihubungi dari Maumere.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kepala LPMP NTT di sekolah yang dipimpinnya. Menurut dia, supervisi tersebut diharapkan memberi dampak konkret terhadap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Maria mengaku kunjungan itu terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang. Ia berharap perhatian pemerintah segera diwujudkan agar KBM dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

Saat ini sekolah tersebut hanya memiliki dua ruang kelas dengan kondisi bangunan darurat. Sebanyak 52 siswa terdaftar, terdiri atas 22 siswa kelas VII dan 30 siswa kelas VIII, dengan dukungan 11 tenaga pendidik, satu guru PPPK dan sepuluh guru honorer komite.

Sebelumnya, para siswa sempat mengikuti KBM dengan duduk di atas tanah di bawah bangunan darurat. Kondisi itu terjadi setelah bangunan sekolah diterjang angin kencang akibat cuaca ekstrem, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa berlangsung dalam keterbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....