Pemda Flotim Perkuat Koordinasi Tangani Darah Pisang

  • 14 Feb 2026 12:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Pemerintah Kabupaten Flores Timur memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani wabah penyakit tanaman darah pisang. Langkah ini dilakukan menyusul temuan serangan bakteri pada kebun pisang warga di beberapa kecamatan.

Koordinasi dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama penyuluh lapangan serta pengamat hama. Pemerintah daerah juga berkomunikasi dengan UPT pengendali organisme pengganggu tumbuhan tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Sebas Sina Kleden, mengatakan respons cepat diperlukan untuk mencegah penyebaran meluas. Penyakit ini tergolong sangat mematikan dan sulit dikendalikan jika terlambat ditangani, ujar Sebas Kepada RRI Rabu, 11 Februari 2026

Ia menjelaskan identifikasi lapangan telah dilakukan di Desa Boru dan Boru Kedang Kecamatan Wulanggitang. Temuan serupa juga terdeteksi di Illebura, Titehena, dan sebagian Adonara Barat, kata Sebas.

Menurutnya, luas serangan masih terbatas sekitar satu hingga dua hektare. Namun potensi perluasan tetap ada mengingat kondisi cuaca lembap pada musim hujan, ucap Sebas.

Pemda menerbitkan surat imbauan resmi agar petani meningkatkan kewaspadaan di kebun masing-masing. Penyuluhan teknis dilakukan untuk memastikan petani memahami cara pencegahan yang benar.

Sebas menegaskan koordinasi berkelanjutan akan terus diperkuat hingga situasi terkendali. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga produksi pisang sebagai komoditas penting masyarakat Flores Timur, ujar Sebas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....