Pemkab Mabar Perketat Patroli Sampah Pesisir
- 12 Feb 2026 22:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat menangani penumpukan sampah dan material kiriman di sepanjang pesisir dan kawasan Waterfront Labuan Bajo usai hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, dalam keterangannya kepada RRI Labuan Bajo menyampaikan, persoalan sampah kiriman menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menjelaskan, material yang mendominasi garis pantai saat ini bukan hanya sampah plastik, tetapi juga potongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir dari hulu hingga ke laut.
“Yang banyak kita temukan justru material kayu berukuran besar akibat luapan air sungai saat hujan deras. Ini tentu membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan menggelar aksi bersih-bersih massal di sejumlah titik, antara lain Pantai Gorontalo, Pantai Pede, hingga kawasan Binongko. Dalam kegiatan tersebut, alat berat turut dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi kayu dan material lainnya yang berserakan di sepanjang pantai.
Selain pembersihan fisik di lapangan, Bupati Manggarai Barat juga menerbitkan Instruksi Nomor: DLHP.660/94/I/2026 tentang gerakan bersih-bersih kantor dan lingkungan kerja. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia terkait gerakan “Indonesia Asri” (Aman, Sehat, dan Indah).
Fransiskus juga menegaskan, penanganan sampah kiriman menjadi hal krusial dalam menjaga citra Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menurutnya, aspek kenyamanan, keamanan, dan estetika kawasan pantai harus tetap terjaga demi mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
“Kita memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem laut sekaligus mempertahankan citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama penumpukan sampah di kawasan pesisir saat musim hujan.
Selain itu, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga guna memudahkan proses pengelolaan. Warga juga diminta melaporkan apabila menemukan titik pembuangan sampah liar kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terbukti membuang sampah sembarangan.
Menariknya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Manggarai Barat pada 25 Februari mendatang akan dikemas dengan nuansa berbeda. Rangkaian kegiatan upacara dan perayaan direncanakan dipusatkan di Pantai Gorontalo dengan fokus pada aksi pembersihan lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian kawasan pesisir.
Meski telah memiliki “Pasukan Kuning” yang bertugas setiap hari, Sekda menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat serta kolaborasi seluruh pihak.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif semua elemen agar wajah Labuan Bajo tetap bersih dan indah,” ucap Fransiskus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....