BPS Tetapkan Mbeliling Lokasi Percontohan Desa Cantik 2026

  • 12 Feb 2026 17:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan Kecamatan Mbeliling sebagai wilayah percontohan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Tiga desa yang dipilih dalam program tersebut yakni Desa Tondong Belang, Cunca Wulang, dan Cunca Lolos.

Program Desa Cantik dirancang untuk mendorong peningkatan literasi dan kesadaran statistik di tingkat desa. Selain itu, program ini bertujuan memperkuat peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan serta pemanfaatan data. Fokus utama mencakup pendataan sosial ekonomi, angka kemiskinan, kependudukan, hingga potensi desa secara akurat, terpadu, dan berkelanjutan.

Pencanangan dan sosialisasi program yang digagas BPS Kabupaten Manggarai Barat tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Bupati Edi menyampaikan dukungannya atas penunjukan tiga desa di Kecamatan Mbeliling sebagai lokasi percontohan. Ia juga mengusulkan agar desa lain turut dijadikan sampel, salah satunya Desa Batu Cermin.

“Desa Batu Cermin layak menjadi sampel karena jumlah penduduknya besar dan heterogen. Desa ini mewakili masyarakat dengan latar belakang petani sekaligus memiliki potensi pariwisata,” ujarnya, Kamis 12 Februari 2026.

Menurutnya, karakteristik Desa Batu Cermin mencerminkan kompleksitas sosial masyarakat Manggarai Barat sehingga hasil pendataan nantinya dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Edi dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Lumbung MBG, penetapan batas harga, serta pencanangan Program Desa Cantik 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda Kabupaten Manggarai Barat, Kamis, 12 Februari 2026.

Peluncuran program ini turut disaksikan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Kepala BPS Manggarai Barat, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para camat se-Manggarai Barat, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....