Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Permukiman
- 10 Feb 2026 16:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan rumah warga dalam rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Nagekeo pada awal tahun 2026. Dampak angin kencang tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa bangunan di kawasan permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo mencatat, laporan kerusakan rumah tersebar di beberapa kecamatan. Kerusakan didominasi pada bagian atap dan dinding rumah yang tertimpa batang maupun ranting pohon berukuran besar.
BPBD menyebut, angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat. Kondisi cuaca tersebut meningkatkan tekanan pada pohon-pohon tua dan rapuh yang berada di sekitar permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago, mengatakan sebagian besar kejadian kerusakan tidak disebabkan oleh struktur bangunan yang lemah. Menurutnya, faktor lingkungan sekitar rumah menjadi pemicu utama.
“Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon saat angin kencang melanda wilayah permukiman,” katanya kepada RRI Selasa 10 Februari 2026.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Nagekeo telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh kecamatan. Imbauan itu ditujukan agar pemerintah desa dan masyarakat meningkatkan upaya mitigasi secara mandiri.
Remigius menjelaskan, masyarakat diminta memangkas pohon-pohon tinggi, rapuh, atau berpotensi tumbang yang berada di sekitar rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.
“Mitigasi bisa dilakukan sejak dini dan tidak harus menunggu bantuan pemerintah. Langkah sederhana dapat berdampak besar pada keselamatan warga,” ujarnya.
Selain upaya mitigasi, BPBD Nagekeo juga terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut digunakan sebagai dasar penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera melaporkan kejadian darurat, seperti pohon tumbang atau kerusakan bangunan, kepada aparat setempat. Pelaporan cepat dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
BPBD Nagekeo menegaskan, peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Upaya pencegahan diharapkan dapat menekan dampak bencana dan melindungi keselamatan warga di wilayah rawan cuaca ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....