BPBD Nagekeo Catat 26 Bencana Sejak Awal 2026
- 10 Feb 2026 14:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo mencatat sebanyak 26 titik bencana hidrometeorologi terjadi sejak awal tahun 2026. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang tersebar di enam kecamatan di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nagekeo, Remigius Jago, mengatakan seluruh kejadian bencana dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang dalam beberapa waktu terakhir.
“Sejak Januari hingga awal Februari 2026, kami mencatat ada 26 titik kejadian bencana hidrometeorologi. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo,” katanya kepada RRI, Selasa 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dampak bencana dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Aesesa, Wolowae, Boawae, Keotengah, Nangaroro, dan Mauponggo. Meski demikian, hasil kajian cepat yang dilakukan tim di lapangan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut.
“Berdasarkan hasil asesmen awal, tidak ada korban jiwa. Namun, bencana ini menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, ruas jalan, jembatan, serta lahan pertanian milik masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Nagekeo telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke seluruh lokasi terdampak untuk melakukan pendataan, evakuasi terbatas, serta pembersihan material bencana. Sejumlah titik longsor yang menutup badan jalan juga telah ditangani dengan bantuan alat berat agar akses transportasi kembali normal.
“Kami fokus pada penanganan darurat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama, terutama di jalur-jalur vital yang sempat tertutup longsor,”ucapnya.
Hingga saat ini, BPBD masih terus menghimpun laporan rinci dari pemerintah desa dan kecamatan terkait tingkat kerusakan dan kebutuhan warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pengajuan penanganan lanjutan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
BPBD Kabupaten Nagekeo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Hal ini menyusul masih berpeluangnya cuaca ekstrem terjadi di wilayah tersebut.
“Kami terus merespons setiap laporan masyarakat dan mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....