Pemdes Warupele II Dukung Penuh Pelaksanaan Reba Pali
- 10 Feb 2026 09:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ngada - Sembilan suku di Nua Pali, Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, menggelar Pesta Adat Reba Pali yang dipadukan dengan misa inkulturasi pada Jumat, 06 Februari 2026. Perayaan ini menjadi wujud syukur atas berkat hasil bumi, khususnya uwi (ubi) yang dianggap sebagai makanan pokok peninggalan leluhur, serta kesehatan yang dinikmati masyarakat selama satu tahun.
Kepala Desa Warupele II, Kletus Obaria, kepada RRI menyampaikan bahwa Pemerintah Desa mendukung penuh pelaksanaan budaya Reba secara langsung. Menurutnya, Reba bukan sekadar pesta adat, melainkan ritual tahunan yang sarat makna dan menjadi identitas budaya masyarakat Ngada pada umumnya serta masyarakat Warupele II pada khususnya. “Reba adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama dan dilestarikan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Ritual Reba Pali sendiri menjadi momentum kebersamaan yang mempertemukan sembilan suku di Kampung Pali. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukur atas kehidupan, tetapi juga sarana memperbaiki perselisihan, mempererat tali persaudaraan, serta reuni keluarga bagi warga kampung maupun mereka yang merantau.
Melalui ritual Ti’i Ka Inu Ebu Nusi (memberi makan leluhur), masyarakat mengenang jasa nenek moyang dalam perjalanan sejarah mereka. Reba juga menegaskan identitas suku Bajawa dengan mengajarkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, hidup damai, serta menjaga hubungan baik dengan alam dan lingkungan sekitar.
Misa inkulturasi yang mengawali rangkaian acara menjadi simbol harmonisasi antara nilai keagamaan dan budaya lokal. Kehadiran ratusan umat menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, Pesta Adat Reba Pali diharapkan terus menjadi bagian penting dalam memperkuat jati diri budaya Ngada. Kesembilan suku yang terlibat dalam Reba Pali antara lain Suku Leza, Boro, Sawu, Mogo, Liti, Sede, Ruto, Turu Ebu Weti, serta Turu Ebu Sadi. Tradisi ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....