Mahasiswa Unimof Pelajari Integritas Antikorupsi di KPU Sikka
- 06 Feb 2026 14:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Mahasiswa Fakultas Sains dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Maumere melaksanakan edukasi dan observasi penerapan nilai anti korupsi di Kantor KPU Kabupaten Sikka, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi upaya konkret kampus menanamkan integritas sejak dini kepada generasi muda.
Program tersebut merupakan bagian dari projek tugas akhir mahasiswa semester 3 dan 5 Program Studi Informatika dan Bisnis Digital. Projek ini terintegrasi dalam Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi yang diampu dosen Pendidikan Kewarganegaraan.
Tiga mahasiswa, yakni Natalia Nastuti, Muhammad Nasir, dan M Iskandar Syah terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka diterima Ketua KPU Kabupaten Sikka, Herimanto, untuk mengikuti sesi edukasi dan diskusi kelembagaan.
Mahasiswa tidak hanya melakukan kunjungan, tetapi juga observasi lapangan dan wawancara mendalam terkait penerapan sembilan nilai anti korupsi. Fokus pengamatan diarahkan pada praktik integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemilu.
Ketua KPU Sikka Herimanto menegaskan bahwa kejujuran menjadi fondasi utama seluruh proses kerja lembaga. Ia menyebut integritas penyelenggara diukur dari keselarasan antara ucapan dan tindakan demi menjaga kepercayaan publik.
Dalam tahapan Pemilu dan Pilkada, Herimanto menjelaskan seluruh jajaran KPU bekerja hampir tanpa mengenal waktu dengan sistem 24 jam. Pola kerja tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel.
Dosen pengampu mata kuliah, Sunardin, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori di kelas dengan praktik di lapangan. Mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana nilai anti korupsi diterapkan di instansi pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 Wita itu mengusung tema “Penerapan Sembilan Nilai Anti Korupsi.” Nilai tersebut meliputi kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli.
Melalui diskusi, mahasiswa menilai konsistensi lembaga publik sangat penting dalam mencegah praktik korupsi di daerah. Projek ini diharapkan melahirkan agen perubahan yang menumbuhkan budaya integritas di kampus dan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga publik diharapkan terus diperkuat. Langkah ini diyakini mampu membentuk generasi muda berkarakter dan mendorong pemerintahan yang bersih serta dipercaya publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....