Cuaca Ekstrem Sepanjang Januari Picu 69 Bencana di Sikka
- 04 Feb 2026 18:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka — Cuaca ekstrem sepanjang Januari 2026 memicu 69 kejadian bencana di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut tersebar di 25 desa dan dua kelurahan pada 13 kecamatan di wilayah setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Adrianus Firminus Parera, mengatakan bencana didominasi angin kencang yang disertai pohon tumbang. Dampaknya, sebanyak 52 rumah warga mengalami kerusakan dan lima ruas jalan sempat tertutup material pohon.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Tercatat tiga sekolah, dua gereja, dua jalan rabat beton, satu ruas jalan pantura, serta satu gedung kantor desa mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
“Selama Januari terdapat 69 kejadian bencana terhadap rumah penduduk, sarana prasarana, dan fasilitas umum,” kata Adrianus saat ditemui di Kantor Bupati Sikka, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, data kejadian bencana dihimpun dari laporan masyarakat serta surat resmi yang masuk ke pemerintah daerah. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan langkah penanganan oleh instansi terkait.
Menindaklanjuti arahan Presiden terkait penguatan kesiapsiagaan dan percepatan penanganan bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui BPBD telah melakukan survei dan identifikasi di 23 titik kejadian.
Bersamaan dengan itu, bantuan logistik telah disalurkan ke empat lokasi terdampak. Namun, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sikka, Petrus Poling Wairmahing, memastikan tim akan kembali turun ke lapangan karena masih terdapat sejumlah titik bencana yang belum tertangani.
Adapun kecamatan terdampak meliputi Nita, Kewapante, Alok Barat, Doreng, Alok Timur, Mapitara, Magepanda, Hewokloang, Waiblama, Talibura, Tanawawo, Mego, dan Bola. Laporan kejadian terbanyak tercatat berasal dari Kecamatan Tanawawo.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka berencana menetapkan status siaga bencana. Seluruh dokumen pendukung, termasuk kajian teknis, telah disiapkan dan saat ini menunggu persetujuan Bupati Sikka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....