FPRB Soroti Kelangkaan BBM dan Sampah di Lembata

  • 03 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), minyak tanah, serta pengelolaan sampah dalam audiensi bersama Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Rabu (29/1/2026).

Ketua FPRB Kabupaten Lembata, Mikhael Alexander Raring, mengatakan keterbatasan ketersediaan dan distribusi BBM berdampak langsung pada aktivitas ekonomi rumah tangga. Dampak tersebut, menurutnya, paling dirasakan oleh kaum perempuan, terutama di wilayah kepulauan.

“Kelangkaan BBM dan minyak tanah ini tidak hanya menghambat aktivitas harian masyarakat, tetapi juga menambah beban ekonomi rumah tangga. Jika tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan, situasi ini dapat memperbesar kerentanan sosial,” ujar Mikhael.

Selain BBM, FPRB juga menyoroti pengelolaan sampah di Kabupaten Lembata yang dinilai belum optimal. Rendahnya kesadaran masyarakat dan praktik pengelolaan yang belum sesuai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan dalam jangka panjang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas masukan FPRB yang berbasis kajian. Ia mengatakan pemerintah daerah terus mengupayakan solusi atas keterbatasan kuota BBM melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami sudah menyurati dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai kuota BBM. Pemerintah daerah juga mengupayakan penambahan sarana transportasi untuk memperlancar distribusi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Bupati.

Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian FPRB kepada Bupati Lembata sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah berbasis data dan kajian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....