Kamus Bahasa Mbay Upaya Lestarikan Identitas Lokal
- 31 Jan 2026 21:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Upaya pelestarian bahasa daerah terus dilakukan untuk mencegah kepunahan identitas budaya lokal. Salah satunya melalui penyusunan Kamus Bahasa Mbay yang digagas penulis sekaligus Founder PT Dimensi Indonesia Berkarya, Muhamad Amin Daeng.
Amin mengatakan penyusunan kamus tersebut dilatarbelakangi kegelisahan akan belum adanya dokumentasi tertulis bahasa Mbay. Selama ini, bahasa Mbay lebih banyak diwariskan secara lisan melalui percakapan sehari-hari di tengah masyarakat.
“Bahasa Mbay itu masih hidup di masyarakat, tetapi belum tercatat secara tertulis. Selama ini hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, sementara dokumentasi dalam bentuk buku sangat minim, sehingga banyak makna yang berpotensi hilang,” ujar Amin kepada RRI, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, minimnya dokumentasi tertulis membuat bahasa Mbay rentan mengalami pergeseran makna bahkan kepunahan. Karena itu, penyusunan kamus dipandang sebagai langkah awal untuk mencatat dan menyimpan kosakata yang masih digunakan oleh masyarakat.
Proses penyusunan Kamus Bahasa Mbay telah dimulai sejak Amin masih duduk di bangku SMA pada tahun 2010. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan secara lebih intensif sejak 2019 melalui riset lapangan dengan mendengarkan dan mencatat percakapan para orang tua di wilayah Nagekeo.
Dalam proses penyusunannya, tantangan terbesar bukan terletak pada perbedaan dialek, melainkan pada pemaknaan kata. Sejumlah kosakata bahasa Mbay memiliki makna khusus yang perlu dicermati agar tidak terjadi kesalahan penafsiran.
Kamus Bahasa Mbay yang disusun saat ini memuat daftar kata beserta arti sesuai bunyi dan penggunaan dalam masyarakat. Kamus tersebut belum dilengkapi contoh kalimat dan difokuskan sebagai dasar pendokumentasian bahasa.
Amin juga menyoroti semakin jarangnya penggunaan bahasa Mbay di kalangan generasi muda. Kondisi ini dinilai berdampak pada hilangnya sistem pengetahuan lokal, keberlanjutan budaya antargenerasi, serta fungsi sosial bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap kehadiran Kamus Bahasa Mbay dapat menjadi pemantik kesadaran bersama untuk menjaga, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah sebagai bagian penting dari masa depan budaya masyarakat Mbay.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....