Pastoral Gereja Butuh Iman dan Empati Sosial

  • 31 Jan 2026 14:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Karakter yang kuat dan berakar pada iman, empati, serta kepekaan sosial dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam pelayanan pastoral di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan Pastor Keuskupan Agung Ende, Rm. Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, M.A., Pr, dalam wawancara bersama RRI, Sabtu (31/1/2026).

Rm. Fransiskus menjelaskan, pelayanan pastoral tidak hanya berfokus pada pendampingan rohani, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan secara menyeluruh. Menurutnya, iman yang kokoh harus tercermin dalam sikap empati serta keberpihakan kepada sesama, khususnya kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan.

“Iman yang hidup akan melahirkan karakter yang kuat. Dari karakter itulah tumbuh empati dan kepekaan sosial yang menjadi roh pelayanan pastoral,” kata Rm. Fransiskus.

Ia menegaskan, tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut para pelayan pastoral untuk hadir secara nyata di tengah umat, bukan bersikap eksklusif. Kehadiran tersebut, lanjutnya, harus ditunjukkan melalui sikap terbuka, kemampuan mendengarkan, serta kesiapan merespons kebutuhan konkret umat.

Menurut Rm. Fransiskus, pelayanan pastoral yang efektif adalah pelayanan yang membumi dan kontekstual, serta mampu menjembatani nilai-nilai iman dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, maupun komunitas iman. Karakter yang dibangun di atas nilai-nilai iman diyakini akan menumbuhkan integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

“Kepekaan sosial bukan sekadar reaksi emosional, melainkan lahir dari kesadaran iman yang mendorong seseorang untuk terlibat aktif dalam kehidupan bersama,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai iman, empati, dan kepekaan sosial terus dihidupi dan diwariskan, sehingga pelayanan pastoral mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualnya. Dengan demikian, Gereja diharapkan tetap menjadi sumber harapan dan kekuatan moral di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....