Asadoma: Ketaatan Aturan Kunci Harmoni Diaspora di Bali

  • 29 Jan 2026 17:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Denpasar - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menekankan pentingnya reaktualisasi filosofi "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" bagi seluruh warga diaspora NTT yang menetap di Bali. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama tokoh dan paguyuban warga NTT di Denpasar, Rabu, 28 Januari 2026, dalam upaya memulihkan relasi sosiokultural yang sempat menegang.

Johni menjelaskan bahwa secara historis, Bali dan NTT dipersatukan oleh benang merah sejarah dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil. Menurutnya, akulturasi antara kedua wilayah ini telah terbangun kokoh selama lebih dari 70 tahun. Namun, ia menyayangkan munculnya sentimen negatif akibat ulah oknum yang dinilai gagal beradaptasi dengan norma setempat.

Dalam arahannya, Wagub Johni menyoroti pentingnya memahami akar budaya kedua belah pihak. Ia menyebut masyarakat Bali hidup dalam filosofi Tri Hita Karana yang menjunjung ketertiban dan ketaatan pada adat. Di sisi lain, warga NTT yang terhimpun dalam semangat Flobamora memiliki karakter egaliter dan ekspresif.

"Ketegangan yang muncul sering kali bukan karena perbedaan nilai dasar, melainkan perbedaan cara mengekspresikan nilai tersebut. Kunci harmoni adalah kemampuan warga NTT untuk melakukan akulturasi secara bijak tanpa kehilangan jati diri," kata Wagub Asadoma.

Guna memperkuat posisi diaspora NTT sebagai aset kemajuan Bali, Wagub Johni merumuskan empat langkah krusial:

Pertama; Penghormatan Kedaulatan Adat: Warga wajib menaati aturan banjar dan aktif dalam kegiatan sosial lokal sebagai bentuk adaptasi bermartabat.

Kedua; Optimalisasi Peran Paguyuban: Organisasi seperti Flobamora Bali harus bertransformasi menjadi sarana edukasi hukum dan kontrol sosial, bukan sekadar wadah berkumpul.

Ketiga; Komunikasi Dialogis: Membangun relasi preventif dengan Pecalang dan tokoh adat guna menyelesaikan gesekan melalui mediasi, bukan pengerahan massa.

Keempat; Narasi Kontribusi Positif: Menampilkan kisah sukses warga NTT di sektor pariwisata, UMKM, dan konstruksi untuk menyeimbangkan pemberitaan negatif.

Selain aspek kultural, Pemprov NTT akan memperketat pengawasan melalui regulasi administrasi kependudukan. Wagub Johni mendesak seluruh Pemda di NTT untuk mewajibkan warga yang hendak merantau melakukan wajib lapor, baik di daerah asal maupun di lingkungan RT tujuan.

"Kita akan kuatkan dengan regulasi dan dukungan DPRD. Sikap kami konsisten: mendukung penuh penegakan hukum tanpa pengecualian terhadap oknum warga NTT yang melakukan tindakan kriminal atau mengganggu ketertiban umum," ujarnya dengan tegas.

Pada kesempatan tersebut, atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Johni Asadoma secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat setempat atas keresahan yang muncul akibat perilaku segelintir oknum diaspora.

Apresiasi datang dari Ardi Ganggas, Penasehat Rumah Besar Diaspora NTT di Bali. Ia menilai kehadiran Wagub beserta jajaran Bupati dari daratan Sumba merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menyelesaikan krisis sosial di tingkat akar rumput.

"Momentum ini harus kita maknai sebagai refleksi diri dan otokritik konstruktif agar tenunan sosial antara NTT dan Bali tetap terjaga dengan penuh tanggung jawab," ujar Ardi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....