Angin Kencang Robohkan Rumah Warga Nobo, Lansia Terluka

  • 23 Jan 2026 09:23 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis 22 Januari 2026, mengakibatkan satu unit rumah warga di Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, mengalami kerusakan parah. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang lansia mengalami luka dan harus dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo.

Pemilik rumah, Maksimus Nurdin, menuturkan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Akibat terpaan angin, bagian dapur rumahnya roboh dan menimpa sang mertua yang saat itu sedang berada di dalam rumah.

“Kejadiannya kemarin sekitar jam empat sore. Waktu itu angin kencang dan hujan. Tiba-tiba dapur rumah roboh dan jatuh ke samping. Awalnya roboh ke sebelah dulu,” kata Maksimus saat wawancarai melalui telepon, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi pada atap rumah, tetapi hampir seluruh bagian belakang rumah roboh. Saat kejadian, mertua Maksimus yang berusia 68 tahun sedang duduk di area dapur, sehingga tertimpa bangunan yang ambruk.

“Mama (mertua) sedang duduk di situ. Dapur roboh bersamaan dan menimpa dia. Saya punya istri masih sempat lari ke rumah besar karena bagian itu belum roboh waktu kejadian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maksimus menyampaikan, saat dievakuasi korban sudah dalam kondisi tidak sadar diri. Korban mengalami pingsan dan tidak mampu berjalan, sehingga langsung dilarikan ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu dievakuasi sudah pingsan, tidak bisa jalan. Langsung dibawa ke rumah sakit jam setengah 5,” katanya.

Ia juga menyampaikan, peristiwa tersebut tidak disebabkan oleh longsor, melainkan murni akibat angin kencang yang melanda wilayah Kampung Nobo. Saat kejadian, seluruh anggota keluarga berada di dalam rumah.

“Kami ada enam orang di rumah, saya, istri, mertua, dan anak,” ujarnya.

Pasca kejadian, pemerintah desa setempat telah mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak. Sebagai seorang petani, Maksimus berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah atas musibah yang menimpa keluarganya, terutama untuk perbaikan rumah dan pemulihan kondisi korban.

“Semoga ada bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk kami ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....