Antisipasi Erupsi Ile Lewotolok, BPBD Terapkan Sister Village
- 22 Jan 2026 13:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Dalam mengantisipasi bencana erupsi Gunung Ile Lewotolok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata menyiapkan penerapan konsep Sister Village bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Ile Ape Timur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak erupsi beserta berbagai ancaman ikutan yang berpotensi terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lembata, Andris Koban, mengatakan konsep tersebut akan diterapkan saat terjadi pengungsian. Warga terdampak akan diarahkan untuk tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat di desa tetangga yang berada di luar kawasan rawan bencana.
“Konsep Sister Village ini bertujuan agar masyarakat tidak harus mengungsi ke tempat penampungan massal, tetapi dapat berada di lingkungan keluarga yang lebih aman dan nyaman,” ujar Andris Koban kepada RRI, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurutnya, metode ini diharapkan dapat mengurangi rasa kesendirian serta tekanan psikologis yang kerap dialami para pengungsi. Selain itu, pengungsi tetap berada dalam pengawasan dan pendataan yang jelas oleh petugas.
Ia menambahkan, melalui konsep Sister Village, para pengungsi tetap dapat terkoneksi dengan posko utama Satuan Komando Penanggulangan Darurat Bencana Lembata. Dengan demikian, distribusi bantuan serta pemantauan kondisi pengungsi dapat berjalan secara optimal.
“Ini adalah upaya konkret yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan bantuan yang efektif bagi masyarakat di wilayah rawan bencana erupsi Ile Lewotolok,” ucapnya.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam penanganan bencana, guna memastikan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat yang terdampak tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....