Pemkab Sikka Perangi DBD, Malaria, Rabies Serentak
- 15 Jan 2026 15:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka menunjukkan keseriusan memerangi penyakit demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan rabies yang masih mengancam keselamatan warga. Komitmen itu diwujudkan melalui gerakan massal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta vaksinasi hewan penular rabies (HPR).
Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Pencegahan DBD, Malaria, dan Rabies yang digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Rabu,14 Januari 2026. Rakor dipimpin Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sikka Fitrinita Kristiani serta Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus.
Rapat koordinasi dihadiri para camat, kepala desa, lurah, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Sikka. Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Kasdim Sikka Mayor Cba Dominggus M Atamani, Kepala Dinas Kominfo Even Edomeko, dan Kabid Peternakan Dinas Pertanian Sikka Moang Gobang.
Rakor ini digelar sebagai respons cepat atas meningkatnya kewaspadaan daerah menyusul kasus DBD yang merenggut nyawa seorang anak perempuan berusia 11 tahun. Korban meninggal dunia pada Sabtu,10 Januari 2026 di Dusun Kewagunung, Desa Seu Sina, Kecamatan Kewapante.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi menegaskan bahwa DBD, malaria, dan rabies bukan ancaman sepele yang bisa ditangani secara parsial. Menurutnya, pencegahan hanya efektif jika dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Simon meminta peran aktif camat, lurah, dan kepala desa untuk berkoordinasi erat dengan kepala puskesmas di wilayah masing-masing. “Komitmen bersama melalui PSN dan vaksinasi harus menjadi perhatian serius dan benar-benar ditindaklanjuti,” tegasnya.
Gerakan massal PSN disepakati dimulai secara serentak pada Jumat ,16 Januari 2026, dengan fokus pada wilayah endemis DBD dan lingkungan sekolah. Para camat diminta menggandeng Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur TNI-Polri untuk menggerakkan warga menerapkan 3M Plus dan kampanye pencegahan DBD.
Sementara itu, program vaksinasi HPR dikendalikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka untuk memutus mata rantai rabies. Forum Rakor menargetkan cakupan vaksinasi minimal 70 persen dari total populasi HPR, meski diakui terkendala keterbatasan ketersediaan vaksin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....