BTNK Gelar Diskusi Publik Bahas Kuota Wisata Komodo

  • 06 Okt 2025 23:14 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) kembali menggelar diskusi konsultasi publik bertajuk Update Rencana Penerapan Pengaturan Kunjungan Wisata Alam di TN Komodo, Senin (6/10/2025) di Gedung Komodo Visitor Center (KVC), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi dan konsultasi publik yang telah dilakukan BTNK bersama para pelaku pariwisata dan asosiasi pada periode Mei hingga Agustus 2025. Dengan tujuan menyosialisasikan dan menyempurnakan rencana pengaturan kunjungan wisata, melalui sistem kuota di kawasan TN Komodo.

Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah aktif memberikan masukan dan kritik konstruktif dalam proses pembahasan kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa penerapan kuota akan melalui tahap uji coba dan simulasi terlebih dahulu.

BACA JUGA: BTNK Sosialisasikan Rencana Penutupan Berkala Taman Nasional Komodo

“Kami sudah memberikan izin untuk melakukan uji coba dan simulasi agar bisa melihat hasilnya nanti seperti apa. Setelah itu, tentu akan kita evaluasi kembali,” ujar Hendrikus yang mengikuti diskusi via Zoom Meeting.

Menurutnya, setiap langkah yang diambil akan tetap dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Ia menegaskan tidak ada hal yang ditutup-tutupi dalam proses ini karena menyangkut kepentingan publik, khususnya masyarakat dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

“Publik berhak mengetahui rencana-rencana ke depan, apalagi ini berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu kami berusaha seterbuka mungkin, membuka ruang diskusi dan dialog,” ucapnya.

Ia juga berharap proses pengaturan kuota kunjungan tidak menimbulkan gejolak di kalangan pelaku wisata. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi agar setiap kebijakan dapat diterima sebagai langkah bersama untuk keberlanjutan ekosistem dan aktivitas wisata di kawasan konservasi tersebut.

“Kita harus sampai pada satu titik kesepakatan, karena semua ini untuk kebaikan bersama — kebaikan alam, usaha, kelestarian, dan keberlanjutan,” katanya.

Selain itu, Hendrikus mengungkapkan BTNK telah melakukan sejumlah perbaikan pelayanan di Pulau Padar untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat mendukung promosi positif tentang kualitas pelayanan di Taman Nasional Komodo.

“Kalau ada hal yang kurang berkenan, jangan langsung diviralkan, karena ruang dialog seperti ini selalu terbuka,” ungkap Hendrikus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....